Always be grateful

Always be grateful
Just enjoy the path...

Dear YOU

Hello pals!

You come from everywhere...
Here are some stories of mine...
Puzzles that i keep searching through my life

Hope my writing will inspire you...
Make you figure out, when you're sad, there's someone worse than yours.
Make you realize that happiness is something you should share to others.

So, enjoy the pieces of mine ^^

Saturday, December 22, 2012

Together or alone?

Relationship are hard! But if you love someone so much, you'll try everything to make it work.
Aku selalu berpikir apakah happy ending di film itu nyata adanya. Mungkin aku tidak akan sepenuhnya percaya tanpa aku mengalaminya sendiri. Setiap pagi aku membuka mata dan mempunyai harapan baru, satu hari lebih dekat hingga waktu bertemu dengannya. We all attracted by looks, but personality makes us stay. Aku tak tahu mengapa aku bisa melihatnya di antara ribuan orang malam itu dan membuatnya nyaris tidak pernah hilang dari hidupku sejak itu. Ya benar, hati ini sudah memilihnya sejak mataku menatap ke dalam matanya, seakan ada perasaan yang tidak biasa, yang kuartikan "Aku menyukainya". Hari dimana aku benar-benar mengenalnya membuatku semakin menyukainya. Kamu tahu, aku biasanya cuek dan tak pernah merasakan apa-apa saat berkencan dengan pria manapun, tapi dengannya, hanya dengan dia, aku merasa nervous. Jika diingat kembali kisahku bertemu dengannya, itu seakan cerita di novel atau sinetron atau film, yang hingga kini aku belum tahu ending nya akan seperti apa. Tentu aku berharap happy ending. Bukankah semua wanita menginginkan pria pertama yang singgah di hatinya akan menjadi pria terakhir bersamanya menghabiskan sepanjang sisa hidupnya. Mungkin itu terkesan mimpi yang teramat sempurna. Tak ada salahnya aku memiliki mimpi seperti ittu bukan? 
Relationship takes TWO people to work. Not one person being faithful and another acting single.
Semalem aku telah mengutarakan segalanya secara jelas kepadanya, tentang perasaanku, tentang kerisauanku. Kurasa dia telah memahaminya secara jelas, sobat. Dapat kukatakan, sekarang semuanya berada di tangannya, dan aku menyerahkan seluruhnya. Mungkin juga aku bodoh membuat dia memiliki kekuatan untuk menyakitiku, namun ini sudah terlanjur, hati ini sudah memilih, sobat.

Semalam aku tidur cukup larut dan kumatikan alarm karena aku ingin benar-benar membiarkan tubuhku beristirahat. Aku bangun agak siang pagi ini. Saat aku membuka mata, mengecek blackberry ku, membaca ucapan selamat pagi darinya. Ini hal yang tidak biasanya, karena biasanya dia selalu bangun lebih siang dariku. Kemudian aku teringat liburan Natal beberapa hari ke depan dimana aku tidak memiliki rencana merayakannya. Aku menyadari aku sendiri tanpanya di sisiku. I just wonder whether he needs me as I need him. So, I cheer up myself to have a "me" holiday.

Seharian ini aku menonton film-film drama Hollywood, aku mendapat beberapa makna dari film-film itu dan kurasa membuatku lebih baik. Dia hilang seharian ini, aku benci mengakuinya, aku rindu dia, sobat. Aku tidak tahu apakah dia merasakan hal yang sama. Aku hanya merasa selama ini dia tidak pernah kesepian seperti diriku hingga diriku lah yang bergantung pada kehadirannya dalam hari-hariku. 
If he said it, he thinks it. And if he thinks it, he feels it. And if he feels it, what choice I have?
Tell me I'm egoist, I wanna him here, next to me...
Tell me I'm stupid, I need him, be my side...
Tell me I'm dumb, I wait for his text whom I'm not sure he miss me or not...
Tell me I'm poor, be there for everyone needs me, when it comes to me, I have none...
And it's really funny, the one you expect to call you or even a message, didn't turn up. The one you avoid, can't stop sending you messages and even call you...

Saat ini aku benar-benar merasakan yang dulu teman-temanku sering bercerita, orang yang kita harapkan sering kali bukan orang yang kasih perhatian pada kita. Dan aku juga kini merasakan teman-teman wanita yang sering kali ngedumel saat pacar mereka pergi dengan yang lain. Dulu aku tidak mengerti mengapa hal seperti itu menjadi masalah. Kini, aku memahaminya, saat diriku sendiri, aku ingin dia berada di sampingku, saat dia tidak mampu melakukannya, hanya lewat media komunikasi saja itu cukup menghiburku, saat dia bahkan tidak berkomunikasi denganku, aku merasa kehilangan, aku benci mengakui perasaan kekanak-kanakan ini, sobat. Aku sudah berjanji aku tidak akan bergantung pada siapapun, tapi kenyataannya tidak demikian. Aku membiarkan diri ini bergantung padanya dan memberikan kekuatan padanya untuk menyakitiku. Aku ini seperti orang bodoh, yang tahu apa yang harus dilakukan, namun tidak mampu melakukannya. I'm afraid he might not stay. Kamu tahu, kadang wanita butuh pengakuan, itu membuat mereka lebih merasa aman, meski itu tidak menjamin apapun. 

Kadang aku berpikir apakah orang ditakdirkan untuk bersama atau sendiri. Banyak pasangan yang menikah setelah puluhan tahun bersama, memilih untuk berpisah. Mereka mampu melakukannya dan menjalani hidup masing-masing. Ada pasangan yang setia hingga maut memisahkan mereka. Pada akhirnya ketika kita meninggalkan dunia ini, kita pergi sendirian bukan. Namun ada juga cerita yang pasangannya mengikutinya pergi karena tidak kuat hidup sendiri. Dua kondisi tersebut nyata terjadi dan aku bingung menentukan aku termasuk tipe yang seperti apa. 

Mungkin saat ini aku cenderung tipe yang kedua, yang kurasakan aku bergantung padanya, mungkin ini tidak baik atau apapun, aku tak bisa menjawab dengan pasti. Aku pernah melakukannya dua tahun lalu, berusaha mengingkari, membatasi hati ini untuk tidak bergantung padanya, karena pada akhirnya dia tetap akan pergi, terpisah oleh jarak, dan kuakui saat itu aku takut hati ini sakit, sehingga keputusan untuk menjauh adalah yang terbaik. Inilah yang kukatakan karma pada tulisanku sebelumnya. Saat ini aku telah mengakuinya dan membiarkan hati ini bebas menentukan jalan, namun segalanya masih terasa semu hingga kini. Haruskah aku bersikap seperti dulu, sobat? Aku sudah memperjuangkan dirinya di hadapan kedua orangtuaku. Dia, pria bodoh ini, satu-satunya pria yang selalu membuatku melakukan apa yang tidak pernah kulakukan sebelumnya, dan dia menjadi orang pertama alasanku melakukan hal yang tidak biasa dalam hidupku, gengsi, pengakuan, apapun itu. Aku merasa aku melangkah terlalu jauh yang nantinya jika tidak berakhir baik akan membuatku hancur terlalu buruk dan jatuh terlalu sakit. Aku pasrah, sobat. Aku akan menerima dengan lapang apapun yang akan terjadi. Petunjuk itu mungkin tidak tepat, rasa ini mungkin tidak benar, hati ini mungkin tidak tahu. 

So, let's make a deal...
If he needs me, I'll be his side whenever he needs me...
If he doesn't need me, then I should try too...
If he try to make it work, I'll stay...
If he doesn't wanna try to make it work, then I should stop make it...
If he's into me, I never let him go...
If he's just not that into me, then I should try to let him go...

Together or alone? Mr. Time, I'll let you give me an answer, but I do hope, it's the first one. :)
 

2 comments:

  1. Livia... You really desperately fall in love with him!!! Well, this is life. You can't get everything turns into the way you want it to be... When falling in love, we just do all the stupid things you mention in your writing. So many things worry you, hurt you, make you feel suffocated because of something called "love". But still, getting a msg, a lil surprise from him will make you smile and happy :)

    Your story is sure nice. I hope even in the hardest time of both your life and relationships, you can still keep being strong, happy, and enjoy your life. Especially enjoy the "roller coaster" feeling of being so deeply in love ;)

    Wish you the best :)

    ReplyDelete
  2. Yeah, enjoy the path... Thank you for your wish...

    ReplyDelete