Always be grateful

Always be grateful
Just enjoy the path...

Dear YOU

Hello pals!

You come from everywhere...
Here are some stories of mine...
Puzzles that i keep searching through my life

Hope my writing will inspire you...
Make you figure out, when you're sad, there's someone worse than yours.
Make you realize that happiness is something you should share to others.

So, enjoy the pieces of mine ^^

Thursday, August 18, 2011

1st month in 21st

Salam hangat kuhaturkan kepadamu, Sobat!

Bulan pertama di usiaku yang ke-20 sungguh sangat padat dan berwarna. Minggu pertama aku merayakannya dengan teman-teman di Sekolah Luar Biasa yang sudah kuceritakan di tulisan sebelumnya. Minggu-minggu selanjutnya aku disibukkan dengan persiapan menjelang pembukaan cafe. Kabar baiknya adalah proposal skripsi ku telah diterima dan aku akan memulai karyaku. Pekerjaanku berjalan dengan lancar dan menguras hampir seluruh energiku. Rasanya selama tiga bulan ini aku tidak merasakan liburan yang sesungguhnya. Bulan ii juga diriku menikmati setiap orang-orang yang berada di sampingku. Orang-orang yang tak kusangka akan menemani bulan istimewaku. Terima kasih kepada mereka semua, terlepas dari mereka yang meninggalkanku. Jika bisa menghentikan perjalanan bulan ini, aku sungguh ingin dan itu adalah hal yang tidak mungkin. Aku harus berjalan dan melangkah ke bulan berikutnya. Semoga di depan sana akan lebih banyak hal manis lagi yang menanti dan segala hal pahit mampu kuatasi dengan sebaik mungkin.

Friday, August 5, 2011

i am weird.

Sobat, ini bukan kali pertama aku merasakan diriku ini aneh. Aku pernah menceritakannya kepada mama bahkan sambil bercanda aku berpikir bahwa mungkin aku perlu berkonsultasi ke psikolog untuk mengecek apakah diriku termasuk anak autis. Aku jarang menyukai hal yang disukai orang lain. Entah mengapa, aku selalu berbeda pandangan dengan orang lain. Mungkin aku memiliki keanehan sendiri. 

Mereka memilih magang di Kantor Akuntan Publik yang bergengsi, diriku malah memilih magang di perusahaan kecil yang masih CV yang bahkan tidak mendapat gaji.

Mereka memilih bercerita ke teman-teman ceweknya ketika ada masalah, kamu tahu tempat kumenceritakan keluh kesah, hanya kepadamu.

Mereka memilih berteman dengan teman-teman yang asyik, diriku memilih berteman dengan orang-orang yang kesepian dan membutuhkanku, yang pada akhirnya ketika mereka bangkit aku akan ditinggalkan.

Mereka memilih baju-baju indah dan bermerk untuk dikenakan, aku memilih menabung untuk pergi berlibur.

Mereka memilih pergi berlibur ke tempat-tempat terkenal akan shopping dan kehidupan modernnya, diriku memilih berlibur ke tempat tenang atau terkenal dengan keindahan alam dan sejarahnya.

Mereka tidak perlu susah memikirkan berapa uang yang habis bulan ini, sementara aku harus mengatur pengeluaran untuk menabung.

Mereka tidak perlu takut kehidupan setelah kuliah nanti, sementara aku harus mulai memikirkan dari sekarang karena papa sudah mewanti-wanti.

Mereka mengejar IP dan nilai yang sesempurna mungkin dan menghalalkan segala cara, aku malah menuntut tinggi sebuah kejujuran.

Mereka memilih bergaul dengan yang sebaya karena lebih nyaman, aku memilih bergaul dengan yang jauh di atasku karena lebih nyaman.

Mereka memilih merayakan ulang tahun dengan pesta yang mewah, aku memilih berbagi kebahagiaanku bersama anak-anak di Sekolah Luar Biasa.

Mereka memilih memberi kejutan dengan mengerjai orang yang berulang tahun, aku lebih memilih hal unik yang mampu kupersembahkan.

Mereka merasa bahagia ketika yang berulang tahun basah-basahan dan muka penuh tepung, bagiku sebuah senyuman dan terima kasih dari dia telah berharga.

Mereka merasa tersanjung ketika diberi hadiah mewah, bagiku sebuah ucapan sudah lebih dari cukup.

Pandanganku selalu berbeda dari kebanyakan orang. Kepada siapapun yang membacanya, tidak perlu tersinggung kalau dirimu bukan bagian dari "mereka" yang kusebutkan di atas. Semuanya hanya berdasarkan pengamatan dan pengalaman sepihak, tidak ada maksud menyinggung siapapun. Aku hanya sekedar ingin berbagi dengan dirimu, Sobat. 

Terlepas dari segala keanehan yang ada pada diriku. Apakah aku tidak percaya diri? Iya, itu jawabannya. Meski berulang kali orang yang memahami diriku mengatakan bahwa seharusnya aku bangga dengan keunikan itu. Sungguh, diri ini bukan merasa unik melainkan aneh. Sebenarnya dua kata itu memiliki arti serupa hanya konotasi positif dan negatif yang membedakannya. Diriku juga begitu bagi sebagian orang yang menganggapnya positif akan memandang diriku unik, sementara yang lainnya akan berkata diri ini aneh. Aku tidak akan tersinggung. Ini karena aku sadar sepenuhnya diriku memang aneh. Pola pikir dan prinsip yang lain daripada sebagian besar membuat diri ini kadang merasa tidak nyaman. Tak jarang aku sedih akan hal itu. Namun untuk mengubah semua itu sungguh bukan hal yang mudah. Kalau kamu berpikir aku tidak mencoba mengubahnya, kamu salah besar Sobat. Banyak kebiasaanku yang tidak sama dengan lainnya dan sering kali aku mencoba belajar kebiasaan mereka. Tetap saja, diri ini merasa jauh lebih tidak nyaman. Banyak hal yang sangat sulit sekali diubah, dan ketika aku bertanya pada diriku "apakah salah". Aku tidak mampu menjawab dengan pasti sebuah jawaban "iya". Untuk itu, aku hanya menjalani proses ini dan berusaha menikmati serta mensyukuri semuanya.

Monday, August 1, 2011

Happiness and sadness is one packet

Hari ini permulaan sebuah minggu sekaligus bulan yang baru. Hari ini aku hampir menutupnya dengan sempurna jika hal itu yang tak sengaja kuketahui merusak semuanya. Yah, aku hanya manusia biasa yang memiliki hati yang rapuh. Hal itu berulang kali membuatku terpuruk. Aku ingin melupakannya sungguh. Aku ingin mengenyahkannya dari hidupku agar dia tidak lagi memporakporandakan hatiku. Aku benci hal itu berulang lagi terjadi. Tidak bosan-bosannya mengganggu ketenangan hidupku. Apakah hal itu? Hanya diriku yang tahu. Biarlah orang lain menebaknya, hanya diriku yang paling tahu. 

Aku benci dibohongi. Aku benci dengan hal yang disembunyikan dariku. Bagiku, itu jauh lebih sakit daripada sebuah keterusterangan. Tidakkah mereka tahu akan hal itu? Apakah begitu susah sebuah keterusterangan? Mungkin aku harus menebalkan perasaan agar tidak merasakan sakit. Aku menyesal tidak dapat menyelamatkan seluruhnya. Mungkin jodoh kami berakhir hingga di sini. Meski harapanku dulu jauh dari kenyataan ini, namun yang terjadi beginilah adanya. Aku lelah menyelamatkannya sementara di pihak lain tidak merespon. Sudahlah, ini semua lebih dari cukup menghancurkan diriku. Trauma? Mungkin saja, aku tak menemukan kata yang tepat untuk menggambarkannya. Yang pasti, aku tidak akan mempercayai siapapun hingga aku mempercayai dia dan dia. Berkali-kali, aku jatuh dan terbangun oleh orang yang menolongku. Orang yang kuinginkan terus di sampingku, ternyata hanyalah orang yang sementara datang untuk meninggalkanku pada akhirnya. 

Kebahagiaan dan kesedihan datang sepaket. Beginilah hidup, bukan? Ketika ada kebahagiaan datang, aku boleh berbahagia dan menikmatinya, tetapi di sisi lain aku harus bersiap menyambut kesedihan yang menyusul. Aku tahu benar bahagia atau sedih bergantung pada pikiran, yah kekuatan pikiran. Percayalah padaku, itu hal yang teramat susah dilaksanakan. Aku harus banyak berlatih agar ketika kesedihan itu bisa kutanggapi dengan hati lapang. Melepas, hal wajib yang harus dilakukan. Aku harus berkata pada diriku sendiri, aku bisa melepaskan dan aku harus melepaskan.

Melepas kejadian-kejadian manis yang pernah kami lalui...
Melepas kejadian-kejadian pedih yang pernah aku alami...
Melepas mereka yang pernah menjadi harapanku...
Melepas mereka yang tak lagi membutuhkanku...