Always be grateful

Always be grateful
Just enjoy the path...

Dear YOU

Hello pals!

You come from everywhere...
Here are some stories of mine...
Puzzles that i keep searching through my life

Hope my writing will inspire you...
Make you figure out, when you're sad, there's someone worse than yours.
Make you realize that happiness is something you should share to others.

So, enjoy the pieces of mine ^^

Saturday, January 28, 2012

That Judgement Day and The Simple Celebration!

LIVIA, SE.
27 January 2012
Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan

Yeah finally that judgment day come. 

I told myself "Enjoy! Make the judgement moments is mine. Be smart and charming!"

Finally i passed all the moments well... Thousgh felt little sad because my parents didn't support me directly, but i did know they would pray for me :D

That feeling when Mrs. Vera said "LIVIA 2008130028 lulus dengan juridisium sangat memuaskan" Nothing can be spoken, I was just speechless. That's the end of university's adventure and the begin of working's adventure. Finally. i'm officially LIVIA, SE. I can't wait for the graduation day next month. :D

I would like to thanks : 

Mrs. Verawati Suryaputra, Mrs. Sylivia Fettry. Mr. Wasito for preaparing today well..

Mrs, Amelia Setiawan, Mr. Samuel Wirawan, Mrs. Elsje Kosasih, Mr. M.H. Kusumohamidjojo for your time today. :D

Mrs. Amelia Setiawan and Mr. Sam for your supports and guidances.

Papi, Mr.Hamfri Djajadikerta, for your advices, cares, and accompanying.

Mr. Christian C. Henry for your supports :D

My dearest friend, Fiffy, for accompanying me this whole day. I gonna miss you :D

Ko Hendry for your attending from the beginning till the end :D

My dear friends, Agnes, Christa, Sheila, Vina, Shanty, Evelyn, thanks for accompanying me through these moments, girls :D

My fighter friend, Dian n the gank :p for your supports :D

Judgement partners, Rendy, Ady, Harrry, Ferry, Yani, Putri, Michelle, Esther, we made it guys! Congratz to us :D

Mrs. Paulina Permatasari, Ferina Gusman, dan Dotz Family for supports :D

Last but not least to all my friends, your prayers, supports, cares, and greetings means a lot for me. it means you all still remember me as your friend. Good luck for all of us...

For the one who haven't graduated, i pray for you. Keep fighting!

For the one who have graduated, good luck for our future.

For the one who have already planned for their future, good luck and remember "try to become a man of value"

Keep in touch :D



Simple Celebration at Fuego Barbeque and Grill

I'm still Livia, always the simple one. Closing this day with my dear friends. That doesn't mean the others are not important to me. I don't mean that. But there are several reasons why i choose them. If only I can invite all my friends, I would like. I do appreciate all my friends. Without you all, 3,5 years my university life wouldn't be so colorful. What ever you told me, you like me, hate me, appreciate me, underestimate me, praise me, what ever it is, i thank you all. Because of you, I have strength to make it all today and face my future. No matter we'll see in future, i hope the past will be the past, friends. Be mature! 

Good Luck all!

Wednesday, January 25, 2012

The Judgement Day is on the way

Yah hari itu akan tiba. Dalam hitungan 22 jam ke depan dihitung saat aku sedang menulis ini. 27 Januari 2012, hari di mana aku akan menghadapi tiga dosen di meja hijau. Inilah saat-saat terakhir perjalananku di ikampus. Perjalanan 3,5 tahun akan ditentukan pada hari itu, seperti penjajahan Jepang atas Belanda yang berujung pada perjuangan mencetuskan kemerdekaannya, mungkin besok aku akan seperti Indonesia pada saat itu. 7 semester bukanlah perjalanan yang lambat, juga bukan yang cepat. Upaya itu dilakukan untuk menambah dua huruf di belakang namaku yang pendek. Awalnya, aku hanya santai menghadapi hari itu. Di saat teman lainnya sedang sibuk belajar dengan buku-buku tebal, aku malah menikmati saat-saat renggangku sekarang, Karene melewati hari itu, aku akan merasa waktu teramat sangat cepat untuk meninggalkan kota ini. Awalnya aku sangat percaya diri dan mempersiapkan mental untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang sebagian besar aku rasa hanya seputar skripsi yang telah kubuat dengan tanganku sendiri selama 1 semester hingga Selasa kemarin, 24 Januari 2012, aku melihat temanku sidang. Selain yang menjalani sidang, banyak teman lain yang menemani dengan membawa buku-buku untuk dipelajari padahal jadwal sidangnya masih minggu depan, sementara diriku yang hanya dalam hitungan hari, masih santai, Kuakui mentalku langsung merosot. Aku bertanya pada diriku, apakah aku yang terlalu cuek dan santai? Bukankah yang ditanyakan pada sidang juga tidak akan jauh dari yang dikerjakan dalam skripsi? Aku jadi ragu pada kemampuanku sendiri. Kepercayaan diriku menguap sebagian. Pada hari itu, aku menemani seorang temanku yang juga kakak kelasku. Dia berjuang masuk ke ruang sidang tanpa teman baiknya satupun. Pada saat dosen kedua dan ketiga, sahabatnya baru datang setelah kuliahnya selesai. Aku salut kepadanya, dengan atau tanpa teman, dia tetap melangkah masuk dengan segenap kekuatan yang dia miliki. Jujur, aku tidak tahu dia sendiri, karena aku datang ke kampus pada hari itu, tidak dalam rangka menemani siapapun, hanya iseng menonton sidang. Ketika tiba di sana, dan aku melihat dia duduk sendiri dengan skripsi di tangannya, aku memutuskan untuk menemaninya. Meski ada teman lain yang sidang, tapi mereka memiliki banyak teman di samping mereka. Aku tidak ingin orang lain merasakan apa yang kurasakan, kesepian. 

Besok, aku tidak tahu dan yakin siapa yang akan menemaniku. Meski beberapa dari mereka telah berjanji akan datang, namun aku tak berharap banyak. Dengan atau tanpa mereka, aku tetap akan menghadapinya sendiri dengan kekuatan dan keyakinanku. Mama dan papa berlibur ke luar negeri dan baru akan kembali Sabtu. sehingga hal itu membuatku cukup down, tanpa support dari mama yang selalu mendukungku di setiap langkahku. Mendadak kemarin mama menelepon karena salah mengingat diriku sidang tanggal 25, meski keliru, aku benar-benar bahagia dan terharu karena beliau masih mengingatku dan aku yakin beliau akan berdoa dan terus mendukungku untuk kelancaran sidang besok. Yang membuatku terharu juga Papi, Pelangi, dan Fiffy akan menemaniku besok. Seperti yang kutulis di tulisan sebelumnya, aku tak membutuhkan banyak. Aku hanya butuh orang-orang yang luar biasa yang mendukungku dengan tulus. Jujur, aku jauh lebih malu diketawain oleh teman-teman yang kukenal daripada yang tidak kukenal. Rasanya dua kali lebih malu. 

Belakangan angin Bandung tidak begitu bersahabat dan tidak santai sama seperti perasaanku yang kacau akhir-akhir ini sehingga membuatku sering menangis dan terkesan cengeng. Aku tidak tahu penyebabnya, apakah aku tegang menghadapi hari ini, apa aku menyesal terlalu cepat lulus dan meninggalkan kota ini, apa aku rindu kampung halamanku, dan apa aku tidak tahu apa yang sebenarnya aku cari. Apapun itu, bagaimanapun itu, aku tetap harus yakin aku bisa melewati semuanya dengan baik dan lancar. Keep faith!

Chinese New Year 2012


Perayaan imlek kali ini amat sangat sederhana. Hari sebelumnya, 21 Januari 2012, yang bertepatan di hari Minggu, aku dan sahabatku pergi ke vihara untuk kebaktian rutin seperti biasanya. Setelah itu, kami makan siang dan berjalan-jalan di mall dekat vihara. Dikarenakan ada waktu luang, maka aku mengajaknya mencari kebaya untuk wisuda nanti. Ternyata lokasinya telah berpindah sehingga kami melanjutkan berjalan-jalan sebentar di mall dekat lokasi. Malamnya, aku dan dia kebetulan malas keluar dari daerah kampus, sehingga kami memutuskan untuk merayakan makan besar di cafe dekat kampus dengan menu seadanya. Keesokan harinya, aku menelepon kedua orangtuaku untuk mengucapkan selamat, setelah itu memasak sarapan misua untuk aku dan sahabatku tentunya. Siangnya, kami bersembahyang ke klenteng, kebiasaan yang kami lakukan beberapa tahun belakangan ini. Dilanjutkan dengan berjalan-jalan di Paris van Java. Aku kesepian sendirian merayakannya namun aku beruntung masih memiliki dia di sisiku beberapa tahun belakangan ini dengan rutinitas yang sama. Kami melatih vegetarian pada hari pertama di tahun baru. Tahun depan, mungkin kami tidak bisa berkumpul bersama seperti ini lagi. Tak penting bukan perayaan yang luar biasa, yang paling penting, merayakannya dengan orang yang luar biasa dalam hidupmu. Natal, tahun baru, bahkan imlek kali ini kurayakan dengan sangat sederhana dibanding tahun-tahun lalu, namun dengan orang yang luar biasa. Hanya cukup satu orang luar biasa, aku tidak membutuhkan banyak. :D

Grand Final Public Speaking antar SMA favorit seBandung-Tantowi Yahya Public Speaking School

Bandung, Istana Plaza, 20 Januari 2012

Club Alumni Tantowi Yahya Public Speaking School menyelenggarakan Grand Final Public Speaking SMA Favorit seBandung. Empat sekolah favorit bersaing memperebutkan juara pertama, kedua, ketiga, serta juara favorit. SMA favorit Bandung yang berhasil menjadi finalis lomba ini adalah BPK1, BPK2, Trinitas dan Bina Bhakti. Sebelumnya club alumni TYPSS telah memberikan coaching clinic di masing-masing dan telah dilakukan tahap penyisihan yang bertempat di TYPSS Bandung. Suasana siang hari itu meriah dengan suporter Bhina Bhakti yang heboh. Acara dipandu oleh Jun dan Livia serta secara resmi dibuka oleh ketua club alumni, Lucky. Para juri yang merupakan senior di TYPSS turut hadir dalam lomba tersebut. Kelima peserta yang memperebutkan juara favorit terlihat antusias. Di sela-sela perlombaan diadakan games yang membuat suasana semakin kocak. Para peserta dan suporter yang masih SMA benar-benar menunjukkan semangat anak muda mereka. Juara favorit mendapatkan topik yang lebih ringan dan diberi waktu 3 menit untuk mengungkapkan apa yang ingin mereka katakan. Sementara ketujuh finalis mendapatkan topik yang lebih berat dan memperoleh kesempatan berbicara selama 5 menit. Saat tiba pengumuman dari para juri, wajah peserta terlihat tegang. Ketiga juri, Mas Ken (TYPSS), Uncle Bayu (TYPSS), dan Kang Dana (PJTV), menyampaikan pendapat dan hasil penilaiannya serta memiliki unggulan masing-masing sehingga makin membuat tegang para peserta. Acara ditutup meriah dengan alunan lagu "We Are The Champion" serta mengumumkan pemenang lomba kali ini. Juara favorit pertama diraih oleh Cynthia dari Bhina Bhakti, kedua ditempati Elisabeth dari BPK1 dan ketiga oleh Frans dari Bina Bhakti. Juara pertama lomba Public Speaking yang diselenggarakan oleh club alumni diraih oleh Evelyn dari BPK2, disusul oleh Sylvia dari BPK2, dan Devina dari Bina Bhakti.


Awalnya, aku tidak berminat menjadi pembawa acara untuk event ini. Jumat depan aku akan menghadapi sidang untuk skripsi dan aku baru saja kembali ke Bandung beberapa hari sebelumnya. Namun, ini benar-benar kesempatan untuk melatih diriku yang telah lama vakum. Aku sudah tidak lama latihan dan berbicara di depan umum. Yah, sekali lagi aku mengambil kesempatan ini, di saat semua orang sibuk mempersiapkan untuk sidang, aku malah melakukan kegiatan lain. Dari awal aku tidak mengikuti coaching clinic dan babak penyisihan, namun dengan cepat aku bisa akrab dengan para peserta seakan mereka adik-adikku yang telah lama tak bertemu. Aku melihat bakat luar biasa dalam pribadi mereka masing-masing. Mereka masih duduk di bangku SMA namun sudah memiliki keberanian untuk menerima tantangan para juri untuk berbicara mengenai topik yang mereka dapatkan. Mereka benar-benar membuatku kagum. Pada kesempatan ini aku berbicara selama empat jam yang membuat mulutku lelah dan kaki pegal. Aku sangat bersyukur diberi kesempatan berharga ini untuk mengembangkan diriku menjadi lebih baik lagi. Mungkin ini kali terakhir aku bertemu dengan teman-teman dari Tantowi Yahya Public Speaking School. Tidak akan ada yang tahu apa yang telah menunggu di depan. Thanks for the precious experience. Good Luck, guys!

Friday, January 13, 2012

6th month in 21st

Sungguh tak terasa diriku telah tiba di pertengahan perjalanan 21. 

What should I say? These recent months is really hectic month. But i think the next one will be more. 

Awal perjalanan bulan ini kuisi dengan menyelesaikan skripsiku, setelah itu aku mengikuti ujian akhir satu matakuliah. Matakuliah yang sukses membuatku angkat tangan. Sepanjang perjalanan aku kuliah, tidak pernah aku merasa pasrah seperti ini, Namun apa boleh buat, aku harus menghadapinya. Keesokan harinya, aku, Pelangi, dan Angga, kami mewakili UNPAR untuk mengikuti Sampoerna Best Student Visit 2011. Jujur, aku tidak menyangka aku terpilih mengikuti acara ini. UNPAR memiliki banyak mahasiswa berprestasi yang lebih hebat dari diriku. But, yeah, i think i'm just the lucky one. Pengalaman berharga? Tentu saja iya. Aku bertemu dengan orang-orang hebat dari 23 universitas di seluruh Indonesia. Masing-masing universitas diwakili 3 peserta. Banyak diantara mereka tidak mengenal satu sama lain meski berada di universitas yang sama. Sementara aku dan Pelangi sudah mengenal satu sama lain. Kami pernah berkenalan ketika ospek mahasiswa baru. Aku juga telah mengenal Angga karena satu fakultas. Hanya saja Pelangi baru mengenal Angga ketika akan berangkat bersama. Awalnya aku merasa amat sangat canggung. Bagaimana tidak? Aku hanya merasa aku bukan mahasiswa pintar dan berprestasi yang pantas menyandang gelar "best student". Sungguh bukan karena diriku minder atau sebagainya, namun aku benar-benar menyadari siapa diriku dan aku tidak merasa menyesal akan hal itu. Acara tiga hari dikemas dengan amat sangat padat seperti yang telah kukatakan di tulisanku sebelumnya. Secara keseluruhan acaranya cukup baik, meski ada beberapa permainan yang telah pernah aku mainkan sebelumnya. Karena sudah seringnya aku mengikuti training, workshop, dan pelatihan sejenisnya membuatku kadang bosan. Inti dari semua permainan kembali lagi kepada kekompakan, kerjasama, saling percaya, organize people, leadership. Yang membedakannya adalah karena yang memainkan adalah para mahasiswa terbaik maka perbedaan pendapat selalu terjadi dan lebih heboh. Yah, ini hanya pandanganku pribadi. Semuanya terkesan ingin menang sendiri dan mempertahankan pendapatnya. Aku bisa dikatakan orang yang mudah akrab dan sulit akrab tergantung pada kondisi orang baru yang kuhadapi. Tiga hari acaranya sungguh membuat letih baik jiwa maupun raga. Harus lapang dada dan tenggang rasa, dua hal ini yang bisa mendukungku untuk bertahan. Yah, mungkin seperti itulah dunia kerja, penuh dengan persaingan. Sejujurnya, aku kurang menyukai persaingan. Persahabatan akan lebih indah. Namun, teringat kata dosen, dunia kerja akan ketat akan persaingan yang akan lebih tajam, untuk itu jangan pernah menyerah. Apapun yang kurasakan, aku tetap bangga aku dapat mengikuti acara tiga hari itu dan mengenal berbagai orang dengan latar belakangan pendidikan dan budaya yang berbeda. Tentunya setelah acara itu, aku semakin dekat dengan Pelangi. Sepulang dari Surabaya, aku harus mengejar penyelesaian skripsi. Seminggu penuh aku sangat sibuk revisi dan revisi hingga akhirnya mendapatkan persetujuan dan naik cetak. Dan baru menyadari ada kesalahan fatal di drafku minggu lalu. Apa mau dikata, aku akan menjelaskannya nanti kepada dosen penguji. Setelah itu datang kabar gembira dari perushaan tempat kumelamar, aku diterima dan diminta menjalankan medical check up. Sungguh bersyukur mendapat kabar yang bahagia selama berturut-turut. Minggu selanjutnya, seharusnya aku mencari tempat tinggal baru untuk kerja nanti, namun mamaku mendadak mengabarkan akan berkunjung ke Bandung. Kabar ini kembali membuatku terkejut karena mama pernah mengatakan beliau akan berkunjung ketika aku wisuda. Hampir seminggu kuhabiskan bersama mama di Bandung. Mama membantuku membereskan barang-barang dan  mengepak untuk kepindahanku. Tahun baru yang tadinya kukira akan merana sendiri di kosan sirna. Malam tahun baru setelah makan malam di cafe milik temanku, setelah itu kembali ke kos dikarenakan seluruh penjuru Bandung macet. Perayaan tahun baru yang sangat sederhana, itu tidak penting selama ada orang penting yang menemani bukan? Begitu kampus buka, aku langsung mendaftarkan draf skripsi dan mengurus sidang skripsiku. Sorenya memesan tiket pesawat dan besoknya aku kembali ke kampung halamanku beserta mama tentunya. Sungguh di luar rencana awal. Aku yang tipe perencana mendadak dalam bulan ini menjadi orang yang dadakan. Ternyata menyenangkan juga. Tadinya aku berniat menghabiskan seminggu untuk mengurus surat-surat namun dikarenakan tiket pesawat mahal, maka aku memperpanjangnya menjadi dua minggu dengan kondisi tempat tinggal baru ku belum dicari. Aku belum tahu kapan akan kembali lagi ke kampung halamanku setelah ini. Serasa menjadi putri di rumah sendiri, sungguh menyenangkan. Seandainya aku bisa melewati tiap hari seperti ini. Dan itu hal yang tidak mungkin, membiarkan kedua orangtuaku melayaniku. Sempat terlontar beberapa kali bujukan untuk bekerja di kampung halamanku. Namun, aku sudah mendapat kesempatan kerja yang bagus dan aku ingin mencobanya. Karena, jika aku tidak mencobanya, aku akan menyesal di kemudian hari. Selanjutnya, nasihat tak henti datang menyambut. Aku tahu, kota baru ini lebih rawan dari Bandung dan aku akan menghadapi orang-orang baru serta lingkungan baru. Meski aku belum sepenuhnya siap, aku yakin aku akan mampu menghadapi semuanya. Jadwal sidangku hingga kini belum diketahui. Aku tidak tahu siapa yang akan berada di sampingku selama aku menjalani proses meja hijau itu. Aku tidak yakin salah dari seorang temanku akan menemaniku. Begitu menyedihkan bukan diriku? Aku selalu berusaha menyenangkan semua orang, berusaha ada untuk mereka, tapi tidak pernah cukup, aku akan selalu menjadi orang yang dilupakan dan tidak akan menjadi bagian dari mereka. Untuk itu, ada tidaknya sahabat atau teman yang menemaniku, aku akan berusaha untuk kuat sendiri. Sejak dulu, aku sudah dilatih untuk itu, sehingga tidak akan menjadi masalah. Teman untuk bersenang-senang mudah didapat, namun teman di saat butuh dukungan tidaklah mudah dan aku kurang beruntung mendapat teman seperti itu. Pada saat hari itu muncul, aku akan melihat wajah yang mana yang menyemangatiku, mungkin wajah-wajah asing, mungkin juga wajah-wajah teman biasa, atau wajah-wajah orang yang kuanggap sahabat. 

Don't depend on others. Just depend on myself. Because even my shadow leaves me in the darkness.