Always be grateful

Always be grateful
Just enjoy the path...

Dear YOU

Hello pals!

You come from everywhere...
Here are some stories of mine...
Puzzles that i keep searching through my life

Hope my writing will inspire you...
Make you figure out, when you're sad, there's someone worse than yours.
Make you realize that happiness is something you should share to others.

So, enjoy the pieces of mine ^^

Saturday, August 4, 2012

To someone's far away...

Percayakah kamu sobat pada pertemuan pertama yang kebetulan?
Kisahku dan dia sederhana. Pertemuan sederhana. Namun terukir makna yang mendalam.
Pertemuan singkat yang tak kusangka akan berlanjut pada pertemuan selanjutnya dan akhirnya kami bertemu di dunia maya.
Kisahku dan dia sepertinya sudah ada yang mengaturnya, segalanya terasa kebetulan.
Aku bertanya pada diriku berkali-kali, apakah aku orang yang percaya akan semua kebetulan ini?
Saat dia memutuskan untuk pergi menjauh dan kami terpisah oleh jarak bahkan negara, membuatku merenung, benarkah kami ditakdirkan untuk bersama?
Kepergiannya membuatku merelakannya, yah aku dengan segala prinsipku memutuskan lebih baik begitu.
Dia tidak pernah benar-benar menghilang dari kehidupanku. Dia tetap berada pada tempat awalnya.
Dia tetap berdiri di sana, selalu ada pada momen-momen terbaik dalam hidupku.
Aku tetap mendengar suaranya mengucapkan selamat dari jarak ribuan kilometer.
Dia ibarat semu namun nyata. Dia ibarat rumput liar yang selalu mendampingi tanah subur meski banyak bunga ditanam di atasnya. Dia tetap berada di sana, perasaan yang terpendam kini muncul.
Aku kembali mengingat potongan-potongan kisah tiga tahun terakhir ini.
Kalau saja aku melanggar prinsipku waktu itu. Ah, aku benci "kalau saja". Itu sudah masa lalu.
Aku telah membuatnya kecewa. Aku tidak sepenuhnya menganggapnya ada dan sibuk dengan bunga-bunga indah yang akhirnya akan layu. Sementara dia tetap tumbuh dan selalu berada di sisiku.
Aku kembali merasakan kesenangan siraman perhatiannya. Entah perasaan ini semu atau nyata.
Aku menantikan kepulangannya meski hingga kini tak satupun ide apa yang kita lakukan dan bicarakan nanti.
Sungguh aku merasa egois, aku hanya ingin menguji perasaanku sendiri. Aku hanya ingin mencari tahu apakah semua kebetulan itu memang benar mengarahkan ke akhir yang indah.
Tak ada yang tahu. Tak ada yang bisa membuktikannya.
Aku, dia, dan kisah ini.

Tuesday, July 10, 2012

I'm officially 22nd!

Dear You,

New Friend for Jewel
I can't describe how my feeling is... It' so complicated. Everything seems so fast and changes totally. I'm dissapointed of course. On my half birthday, I was dissapointed. That simple thing cause fatality for our relationship. I can't stand it, i think. I'm trying not to regret for everything i've decided. Let the past be the past. I think next time I should listen to my feeling which is almost right. I've been given that power and I didn't use it for just giving a chance. Next time, I should follow my approachment criteria. Let's skip the sad part for a while. 

A night before my birthday, I had a nice sleep, opened my eyes in the morning, then I'm officially 22nd! Getting older, getting more mature, getting better, and hope I'm getting wiser. I met him in the morning and he gave me the strawberry yoghurt cake celebrating my birthday. In my wish, I did pray if we could stay long. 






Arrived at office, my colleagues greeted me then i treated them pizza hut for our lunch. Before office hour ended, finally the cake came. That cute chocolate rose birthday cake really made me more cheerful. The first cake, of course, i gave it to him. 




After office hour, we went to have dinner with his friend. Nothing's special just talk and eat, then I went home. That's the time that simple news ruined my day. 

I decided to end this day with my besties, so they picked me up and we hang out in a coffee shop. They celebrated my day with birthday toast and continued to ice cream shop. They really made my day. Thank you to them for cheer me up. Thank you for the sharing, for accompanying, especially for their time.

So, I thought my day would be greater than last year, yeah, in one side it was, but from the other side, it wasn't. What do you think? Should i give up on this? For me, it's just simple thing that's no effect in building relationship, but it's not on his side. He still want to fight for something that I don't think it's worth. So, why don't let it be done. Let's think about it and decide. How do you think?




Sincerely,
Me

Saturday, June 30, 2012

11th month in 21st

Satu kata untuk bulan ini : Rainbow!

Tahukah kamu mengapa aku menggambarkannya dengan kata "rainbow" karena begitulah adanya perasaanku dalam bulan ini. Campur aduk, sedih, senang, bahagia, kecewa, itulah warna-warni kehidupan, namun selalu ada harapan di balik segala perasaan itu. Awal bulan ini, aku sempat bertemu dengan teman-teman kampusku, ya sebuah pertemuan sederhana untuk bertukar kabar. Senang melihat mereka bahagia atas pilihan hidup mereka masing-masing. Bulan ini aku sering sekali menonton film dan bisa dikatakan bulan hedon karena banyak temanku yang berulangtahun. Ada seorang teman juga migrasi dari Bandung ke Jakarta dan satu kosan denganku, namun tidak begitu jauh berbeda. Aku tetap melakukan segala sesuatunya sendiri, ketika ingin makan, nonton, belanja, bukankah sendiri itu lebih bebas menentukan waktu dan arah. Aku berkenalan dengan seorang cowok, dia karyawan baru di kantor, dan setelah itu kami mulai dekat. Hampir setiap hari aku diajak pergi bersama dengannya dan teman-teman kantornya. Kami berbeda divisi sehingga dulunya aku jarang bergaul dengan teman-temannya, hanya sekedar kenal saja. Seringnya aku hank out bersama dia dan mereka membuatku melupakan sejenak tentang ketidakjelasan seseorang yang jauh di sana. Untuk hal ini, aku tipe konservatif, dan hanya menunggu, namun jika menunggu terlalu lama, perasaan juga akan lelah. Aku tidak suka dengan yang tidak jelas, abu-abu, dan dia terlalu abu-abu bagiku. Aku bahkan tidak melihat ada sedikitpun usaha darinya untukku. Sungguh, aku tidak mempermasalahkan jarak karena memang kami telah lama saling mengenal, namun harapanku tinggal secuil, harapan akan usahanya. Pekerjaanku yang mulai sibuk karena aku akan berangkat dinas untuk 10 hari minggu yang akan datang membuatku melupakannya, atau tepatnya mungkin sudah waktuku melupakannya.

Tanjung Layar! Wonderful place
Akhir bulan kesebelas ini, setelah banyak kebimbangan dan keraguan, akhirnya aku berhasil melaksanakan liburanku. Sudah lama aku tidak merasakan liburan.
Aku sungguh berterimakasih kepada dua orang temanku yang menemaniku sejenak.
Me wit Nely n Jiji

Dua hari jauh dari hiruk pikuk kota, merasakan tenangnya kehidupan pedesaan, merasakan lembutnya pasir pantai, dan merasakan terpaan ombak pantai di kakiku, menikmati pemandangan alam yang sungguh luar biasa indah. Hope it can give me back my spirit!
Karang Taraje

10th month in 21st

Holaaa.. Sebulan cepat sekali berlalu... Ada pelatihan yang kuikuti bulan ini. Pelatihan fisik dan mental, it called Bina Generasi Muda Solution dan aku tergabung dalam batch 8. Kami ber23 dilatih oleh pasukan khusus angkatan militer udara. Mendengar cerita dari pengalaman teman-teman sebelumnya pelatihan kali ini "menyiksa". Ternyata tidak begitu buruk, dan aku masih utuh kembali. Sebenarnya pelatihan semacam itu pernah kuikuti sebelumnya. Jadi, bisa dibilang menghilang dari rutinitas selama beberapa hari dan hidup dalam keteraturan, juga kedisiplinan. Dari pelatihan itu, tentu saja mendapatkan teman-teman baru dari divisi lain dan kenangan yang tak terlupakan. Seru sih, tetapi jika ditawarkan untuk ikut lagi, jujur aku akan menolaknya. Beberapa hari bersama membuatku semakin mengenal karakter orang, bahkan setiap divisi memiliki karakter orang yang berbeda-beda. Akhirnya kami pulang dengan kenangan dan juga lelah fisik. Aku bersyukur aku telah mendapatkan dua teman baik di kantor dan unfortunately mereka berdua kaum Adam. Namun dapat kupastikan hubungan antara kami murni sebagai teman baik. Mereka berdua membantuku menjadi semakin betah di ibukota ini. Kami sering hank out bersama dan bertukar pikiran. Selain itu, ada beberapa teman yang setiap Minggu pergi  bersama ke vihara. Kukira bulan ketiga ini di Jakarta telah cukup berhasil membuatku betah. Meski kerap kali aku mengatakan bahwa aku tidak betah, jelas sekali aku tidak memiliki rencana untuk berkunjung ke Bandung atau pulang ke kampung halaman. So, cheers for everything :)

Friday, May 11, 2012

Beranjak dari titik itu…


Hidup itu adalah pilihan. Itu yang sering kukatakan pada diriku sendiri. Bahkan, tidak memilih pun itu adalah sebuah pilihan. Titik nyaman dimana segala kebutuhanku masih dipenuhi oleh kedua orangtuaku. Titik dimana aku masih menjadi seorang anak yang menjadi tanggungjawab mereka. Kini, aku harus beranjak dari titik itu. Titik penuh dengan kenyamanan menuju titik tujuan hidupku di masa depan. Tentunya, berada di titik itu adalah kenyamanan yang tak tertandingi. Meski, aku tetap merencanakan pengeluaranku dan tanggung jawab untuk kuliah, namun itu tidak sebanding dengan apa yang harus kuhadapi sekarang. Aku harus bekerja, mendapatkan penghasilan, merencanakan pengeluaran, dan tanggung jawab terhadap pekerjaanku. Tinggal dengan keluarga, tidak menghadapi tekanan luar, itu hal ternikmat bukan? But, life must go on, so do the show. Aku harus menunjukkan siapa diriku sebenarnya. Sekarang, aku masih belum memastikan akan jadi apa diriku beberapa tahun kemudian. Yang pasti, aku akan menjadi sosok yang lebih baik dari saat ini. Kriteria setiap orang berbeda. Aku mengatakan “lebih baik”, orang lain belum tentu melihat demikian. Yang terpenting adalah aku tidak mngecewakan kedua orangtuaku dan diriku sendiri. Benar adanya kita tidak hidup sendiri, kita hidup dengan puluhan, ratusan, ribuan, bahkan jutaan orang di dunia ini. Sering kali kita juga terlalu mempedulikan pendapat orang lain yang bahkan tidak mengenal kita secara mendalam. Kuakui, pendapat orang lain itu perlu, karena kita akan hidup bersama banyak orang. Hal itu tidak berarti kita harus peduli dengan setiap omongan orang lain. Untuk orang-orang yang bahkan hanya “tahu” kita dan berani memberi pendapat yang terlalu pribadi akan sangat menyusahkan jika ditanggapi. Titik dimana aku beranjak tentu akan bertemu dengan orang-orang seperti itu. Setiap titik dari hidup akan selalu ada orang seperti itu bahkan kadang kita pun menjadi orang seperti itu. Sebuah kondisi dimana kamu akan dinilai oleh orang yang tidak pernah kenal kamu secara mendalam atau tahu akan keseharianmu. Untuk itu, “image” sangat dibutuhkan. Ketika aku beranjak dari titik itu, aku mengubah diriku menjadi seorang yang baru. Ini tidak menjadi hal yang sangat sulit. Aku akan beralih ke titik berikutnya dimana akan ada banyak perubahan di sana. Tempat tinggal baru, pekerjaan baru, teman baru, yang hampir semua dari mereka tidak mengenal aku sebelumnya. Tidak akan ada penilaian sebelumnya yang akan memmpengaruhi mereka. Hal ini juga kulakukan ketika aku memutuskan untuk menimba ilmu di kota kembang. Menciptakan “image” baru di tempat baru bukanlah hal yang sulit. Yang menjadi sulit adalah mempertahankan image baru itu dan berusaha membuatnya menjadi lebih baik agar penilaian itu tetap baik. Aku memiliki pilihan untuk kembali ke kampung halaman, sehingga aku tidak perlu susah beradaptasi dengan ke”baru”an di sini. Pilihan itu tidak kuambil, bagiku itu adalah pilihan seorang pengecut. Ketika aku memutuskan berpetualang ke kota kembang, papa mengejekku karena aku lebih memilih kuliah di kota kecil. Setibanya di kota itu, teman-teman kuliahku bahkan memandang sebelah mata karena dalam pikiran mereka kota di luar Jawa itu sangatlah pelosok padahal kampung halamanku lebih dibanding kota kecil nan sejuk ini. Banyak hal yang tidak terdapat di kota kecil ini namun hampir semua hal di kota kecil ini ada di kampung halamanku. Hal itu membuatku berpikir bahwa ketika kita hanya berdiam dalam satu kota apalagi itu kota kelahiran kita sendiri maka kita akan membanggakannya dan pikiran lebih sempit. Aku bukan orang tidak cinta kampung halaman. Aku sering merindukannya dan sering ingin kembali. Akan tetapi, banyak kesempatan di luar sana yang patut dicoba sehingga akan tahu rasanya seperti apa.  Mencoba pengalaman baru, bertemu dengan orang-orang baru, dan merasakan hal-hal baru. Good, bad, who knows? Ketika memutuskan untuk beranjak dari titik itu, maka sama dengan waktu yang akan tetap berjalan maju dan tak bisa kembali. Mengemban tanggung jawab baru, menjadi pribadi baru, menghadapi tantangan baru, membutuhkan semangat baru. Wish myselif good luck and keep fighting!

Wednesday, April 25, 2012

9th month in 21st

Jumpa lagi sobat setelah sekian lama. Sebulan belakangan ini aku kehilangan mood untuk menulis. Tidak tahu mengapa, mungkin karena akhir-akhir ini aku juga jarang membaca. Akhir bulan Maret, aku berkesempatan mengunjungi Bandung lagi. Kebetulan saat itu sedang long weekend. Tentu aku senang sekali berada di kota kembang. berkumpul bersama dengan teman-temanku, menikmati cuaca yang sejuk, dan tentunya suasana yang asik. Kali ini aku hanya menghabiskan waktuku di Bandung dengan beberapa orang saja karena keterbatasan waktu. Yang paling membuatku senang karena bisa mengabadikan momen diriku mengenakan toga sekali lagi. Minggu pagi aku kembali ke ibukota. Sebelum pulang ke kos, aku berjalan-jalan di mall dan belanja kebutuhan kos yang masih diperlukan. Aku merasakan sesuatu yang kontras sekali. Dalam beberapa jam, aku kembali sendirian. Pekerjaan membuatku betah dan mampu melewati hari-hariku, tetapi ketika tiba saatnya akhir pekan, aku bingung karena tidak ada kegiatan. Keesokan harinya ada isu para demonstran yang mulai menyerbu sehingga kondisi menjadi rawan. Ada salah seorang rekan kerjaku yang akan ditempatkan di site sehingga selama dua hari sebelum keberangkatannya, aku menemaninya menikmati makanan dan suasana ibukota. Di penghujung bulan kesembilan ini juga aku mendapatkan teman-teman main yang baru. Kami berasal dari divisi berbeda dan sama-sama mengikuti program orientasi yang diselenggarakan oleh principal. Dalam orientasi tersebut aku mendapatkan banyak teman baru baik dari divisi lain yang kebetulan didominiasi oleh perusahaanku maupun perusahaan lain yang masih dalam satu group. Selain itu, ada executive sharing dan materi-materi yang bermanfaat bagi dunia kerja. Program dua hari tersebut terasa singkat. Demikianlan bulan ini kulewati dengan cukup cepat. Dan bulan selanjutnya aku berharap lebih cepat lagi.

Monday, March 12, 2012

8th month in 21st

Halo sobat! Tak terasa aku berhasil melalui sebulan dari bagian usiaku di ibukota. Pekerjaan baruku masih dapat dikatakan tidak begitu sibuk. Pada pertengahan bulan kedelapan ini ada satu perayaan yang sangat istimewa yaitu perayaan dimana aku menyelesaikan petualangan di kampus untuk meraih sebuah gelar yang telah kuceritakan pada tulisan sebelumnya. Bahagia, tentu saja. Bertemu lagi dengan kedua orangtuaku. Tiga hari cukup mengobati rasa kangenku. Namun seminggu berikutnya aku merasa lelah sekali. Sehari wisuda membuatku letih hingga seminggu. Minggu terakhir bulan ini kulewati dengan mengikuti NEOP (New Employee Orientataion Program) yang dikhususkan untuk karyawan baru di kantorku. Bertemu dengan banyak teman dari berbagai divisi dan affco. Empat hari acara itu juga membuatku lelah bahkan pada hari keduanya aku sempat sakit. Sementara hari ketiga dan terakhir, setelah acara selesai, aku pulang ke kos dan menemani temanku yang sedang menginap di kosanku untuk keperluan interview. Dua hari berturut menemaninya ke mall dekat tempat tinggalku. Akhir pekan yang baru lewat aku juga masih menemaninya hingga sore. Kemarin. Minggu, untuk pertama kalinya aku pergi ke vihara selama aku berada di kota ini. Meski dengan skenario tersasar sebelumnya, akhirnya aku tiba di vihara dengan sedikit terlambat. Ternyata aku bertemu dengan dua kakak kelas yang dulu sekampus dan seorang teman baru. Kami berempat kemudian melanjutkan dengan jalan-jalan. Sungguh terasa cepat sekali bulan kedelapan ini, membuatku tidak begitu bosan. Semoga bulan selanjutnya akan lebih menyenangkan dan membuatku lebih betah.

Aku dan dia bagaikan dua penumpang yang berada di masing-masing perahu kami.
Aku melanjutkan perjalananku mengarungi lautan begitu juga dengannya.
Akankah kami akan bertemu di bagian lautan yang sama.
Tak ada yang tahu dan tak ada yang bisa menjawab.
Hanya terus mendayung dan terus berlayar.