Always be grateful

Always be grateful
Just enjoy the path...

Dear YOU

Hello pals!

You come from everywhere...
Here are some stories of mine...
Puzzles that i keep searching through my life

Hope my writing will inspire you...
Make you figure out, when you're sad, there's someone worse than yours.
Make you realize that happiness is something you should share to others.

So, enjoy the pieces of mine ^^

Friday, July 10, 2015

Happy Quarter Century For Me!

Yeah! Ga terasa setahun lagi udah kujalin hidupku. Duh, kata2 nya ya.. Yah... bedanya tahun lalu aku di Jakarta dengan segala kebebasan sekarang di Makassar dengan segala yang tidak bisa diungkapkan.

Minggu pertama ku dihabiskan dengan liputan sana sini mumpung lagi banyak orderan.. cie lha.. lumayan tambah2 rezeki hehe... hanya seputar liputan saja di minggu pertama.

Minggu kedua, my hubby's birthday.. Welcome him to 35th. Secara aku sama dia beda 1 dekade... Aku buatin bento cake untuk pertama kalinya buat dia, ya kelembekan sih tapi bagi aku yang suka tekstur makanan lembek sih enak2 saja.. dan buatin misua juga hehe.. Aku ga beli cake tahun ini buat dia haha karena ada yang sponsor dari tenant sekalian minta aku promosi lumayan deh irit hehe... Jadi ceritanya aku dah buat bento cake sama misua nya semalam sebelumnya trus masukin kulkas dan sudah nitip pesan ke pembantuku besok paginya dikeluarkan dari kulkas jadi ga ketahuan deh sama dia, jadi pas aku keluar kamar, itu makanan sudah ada di meja makan deh. Hubby juga pesan ga usah deh kasih kue mahal hahaha... Lunch nya kita ke rumah almarhum temannya sembahyang karena kebetulan ada teman yang lain kembali ke Makassar, kebetulan juga hari itu hari bakcang. Setelah visit ke rumahnya, dilanjutkan dengan lunch di salah satu cafe favorit kota ini haha pakai voucher yang dikasih oleh cafe itu lagi. Irit amet hubby ku ya hahaha.. Malamnya kita dinner di salah satu resto suki ternama, makan suki, dimsum kukus, dan dimsum goreng. pulangnya langsung tenggorokan ku langsung ga enak rada sakit, ga tau deh terlalu banyak vetsin atau karena minyak nya kotor.besoknya dia fly to Jakarta buat hadiri pesta anak rekan bisnisnya hanya semalam for business trip. Malamnya ada acara ultah gabungan Juni-ers gank nya aku deh yang wakilin. besok nya hubby dah pulang lagi nanya mau oleh2 apa, aku cuma jawab Krispy Kreme Idul Fitri edition haha.. ga usah yang lain karena pengen banget nyobain semua series edition nya KK. Donat KK selalu di hati hihi. 





Tenggorokan ku makin parah akhirnya aku tepar di minggu ketiga, kena semacam radang tenggorokan sampe nelan ludah saja sakit, meriang, sakit kepala bahkan demam. Padahal tiap hari juicing, bisanya kena radang, biasanya kalau radang hanya hilang suara, ini sampe nelan ludah saja sakit, virus Makassar mungkin karena ponakan ku pernah mengalaminya,.virus Makassar memang dahsyat.. Kapok dah makan gorengan di luar. Oh mo...minum segala macam yang katanya bagus ga tau deh obat atau jus mana yang berkhasiat yang penting sembuh. Di penghujung minggu nih ada 2 pesta lagi untungnya cepetan fit untuk nemenin hubby.



Minggu terakhir di penghujung usia ke-24, yah ada big event Lantern Festival Light of Peace 408th Makassar nerbangin 3000 lampion dan aku ga terbangin 1 pun diantara 3000 itu ckck.. karena sibuk sana sini, hasil dari acara cape, lelah, plus dapat gigitan semacam serangga karena sepertinya bukan gigitan nyamuk di tumit depan banyak sekali jadi berbekas. Tahun depan ga lagi deh dan sepertinya aku mau stop smua kegiatan di vihara, sungguh lelah sekali, belum lagi juga merasa ga diterima di kalangan mereka, tambah deh lelah, percuma ngelakuin hal baik kalo terpaksa sia-sia.



Di hari ultahku ya dirayakan sederhana, pagi2 aku buat sushi bread rolls cake buat nyelamatin ndiri ceritanya buat launching produk baru jualan juga wkwk *nyambi*. Siangnya hubby lunch break di rumah take away kwetiaw goreng Medan, Medanese always loves kwetiaw dan bawain cake ultah dari salah satu tenant. hehe.. Trus setelah hubby kembali ke toko, datang teman baruku, teman yang sehari-hari nemenin aku, ceritanya dia mau kasih surprise cuma kebetulan aku lagi lihat cctv keliatan dia di depan rumahku, aku nyusul buka pintu gagal deh surprisen ya haha.. dia bawain selusin donat JCO dengan angka 25. Agak sorenya lagi ada antaran boneka Baymax dari teman baruku juga. Kemudian malamnya dinner di Sushi Tei, mana lagi resto Japanese food yang paling bisa diandalkan untuk urusan sushi hanya Sutei sekalian dapat birthday sushi cake hehe... Ada sih resto Japanese food yang enak tapi untuk bbq dan aku males bbq dan suki karena akhir2 nih sering masak di rumah ala2 chef gitu hehe..






Hmm.. banyak yang sekalian ucapin Happy Birthday selain komen "udah isi?" ya komennya kayaknya bahagia sekali di sana dan betah sekali. Kalo mau jujur, tidak. aku ga betah di sini, dan aku ga sebahagia di foto. Mungkin itu semacam pembohongan publik kata orang, Bukan juga. Itu hanya bagian dari momen bahagia yang kuekspose, bukankah memang begitu, sangat jarang orang upload foto nangis toh. Semua orang pasti post sedang bahagia begitu pula dengan diriku. Jadi, kalau kamu tanya aku bahagia di sini, hingga saat ini belum, ada saatnya aku bahagia, tapi bagian diriku yang paling dasar belum bisa menerima keberadaan diriku di sini dengan kondisi lingkungan, orang, keluarga yang begini. Aku belum bisa sepenuhnya menerima dan memahami semua dengan baik. Aku masih merasa, my life in Jakarta is far away better, even my life in Medan is better. Di sini aku masih alone. Physically I'm not, but mentally it is. None beside me, even my very close partner, I'm the one who should follow the way not decide the way. I can't choose, can't decide, just go with the flow. So, I don't want this. My mom said to me, I got lots of sorrows in my past. From now on, let myself choose to do things that make myself happy not others happy. If I'm not happy, just quit. It's time over for the giving away things. So, I think I should really talk to myself, no more "always yes" thing, just do things that bring me happiness and stop doing things lead me to sorrow. Nanti birhtday celebration ku as usual bukan lux party, tapi buka bersama anak2 panti asuhan. 
Cheers to quarter century! 

My birthday theme for this year is :

Be happy, be grateful, and wishing I can get the chance to be a mom soon"


Sunday, June 14, 2015

11th Month in 24th

Holah.... A lil bit late writing to you again...

Cuape rasanya banyak kegiatan dan juga, bulan nih ada big event, Ultah Vihara dan juga Waisak. Yah, dua tahun berturut rayain Waisak di Borobudur, tahun nih aku rayain di Makassar. Tahun lalu bareng berdua dengan doi di Borobudur, aku berdoa kalau memang yang datang bersama denganku ini jodohku, lancarkanlah semuanya, So, I think it's the answer of my prayer.

Aku jualan sushi bread rolls juga nih pals haha... iseng2 isi waktu toh... Untuk yang penasaran acara Ultah, Waisak, dan snack yang kujual bisa check it out di instagram ku, unprivate koq. Ada arak2 an pas ultah vihara kemarin. Aku ketemu dengan Yang Mulia Maha Sangharaja Bour Kry dari Kamboja sempet konsultasi singkat dengan beliau haha.. minta blessing karena baru merit dan juga tanya2 seputar bisnis. Jawabannya semua yang kukerjain akan baik2 saja. Jawaban yang sangat menenangkan. Pas Waisak juga ada Bhante lain datang dari Kamboja sempet blessing rumahku dan tanya mau usaha apa, pas bilang belum tau, beliau juga kasih advice. Yah, i'm on the way to advice nya. Semoga lancar semua, karena ada temen bantu juga :)

Teman-teman di Makassar sudah ada beberapa dan liputan juga ada2 saja setiap hari atau yang delivery. So, lumayan kesibukanku juga trus kadang juga suka acara masak memasak wkwk explore makanan-makanan dengan bumbu minimalis #gayamasakliviabangetdeh. Oh ya, Friday lalu ikut acara wine appreciation night, drink till drop. Such a great experience. 

Always be grateful for everything I've got in my life, I'm going to get, and i lost. Whatever it is, it's gonna be okay in the end. Kuncinya sabar, pinter membawa diri, dan berdoa. :)

See you next month, i think gonna be something to share for my last month hihi.

Monday, May 4, 2015

10th Month in 24th-Being a Mrs.

Oh my God... it's 10th month pals.. time does go so fast... haizz...

Hmm... being a Mrs. this month... How I am going to say.... Mau dengar yang enak dulu atau ga enak? hahaha... Aku ga akan cerita banyak soal kegiatanku sebulan ini, karena jujur terlalu banyak yang dikerjakan, rasanya lebih cape dari saat aku kerja di Jakarta, dimana hari Minggu masih bisa berleha di kosan. Sometimes I miss those times yeah being a single you know. Tapi, ga ada gunanya flashback ke belakang, life must go on, ya aku harus jalani yang ada sekarang. Aku mulai jadi food instagrammer, dan i got good responses meski sekarang banyak food instagrammer lain di Makassar,  pernah suatu kali setiap minggu ada food instagrammer baru. Thanks, I'm the first jadi secara jumlah followers banyak meski tipe followersku itu tipe pelit like dan yang ga alay komen maupun like, tipe pengamat setia saja. Haha... pernah suatu kali aku post event tanpa hashtag dan di jam2 ga traffic eh malah banyak komen sana sini ajak temannya itu membuktikan mreka pantau tp biasanya ga like. But never mind anyway, aku cukup senang dengan responses dan malah minggu depan plan meet up dengan food instagramers lainnya. Di jaman gini kita bukan cari saingan bukan, malah nyari lebih banyak komunitas yang sehobi untuk berkembang bersama. Begitu sih prinsipku, semoga ga salah hehehe... Sekarang mulai banyak yang endorse bahkan visit invitation dan aku udah nentuin tarif untuk menyeleksi yang iseng" main nittip biar ku post. Dan aku merasa aku masih cukup objektif dalam review, dimana makanan yang kurang enak, aku ga pernah mention kata "enak", "yummy", or sejenisnya tapi hanya nama menu biasanya. Mungkin kalo followers yang smart akan ngeh. Tapi ga bisa berharap banyak, aku yakin banyak yang ga ngeh. Cukup idealis memang, tapi aku merasa, memang kalo makanan itu kurang enak, ya review ku ga mungkin dikatakan enak sekali. Dan biasanya di belakang, aku kasih masukan ke pembuatnya untuk diperhatikan kurang apanya gitu. Yeah, that's part of me yang mungkin membedakan aku dengan yang lain. Selain itu, aku juga bantuin suami membereskan urusan tokonya yang terbengkalai beberapa waktu mungkin karena wedding preparation. 

So, pertanyaan sebulan ini yang paling sering dilontarkan ke aku buat newly wed tak lain dan tak bukan hanya dua. Yang pertama, "gimana rasanya merit?", dan yang kedua, "udah isi belum". Pertanyaan pertama yah masih wajar, tapi pertanyaan kedua itu benar-benar gimana ya rasanya. Jujur, aku ga pernah tanya soal udah isi atau belum ke teman-temanku karena sometimes in my opinion it's about privacy. Tapi namanya orang Asia terutama Indo mungkin kali ya pasti pertanyaan pertama untuk newly wed. Dan pertanyaan itu akan berlanjut hingga anakmu kelas berapa, kuliah di mana, kerja di mana, sudah punya pacar belum, kapan merit, udah punya cucu belum. Never ending questions till the time you die. Untuk pertanyaan kedua, biasa kujawab dengan "belum, doakan ya." Semua orang yang merit juga pasti pengen punya anak, meski ada yang tunda pasti mereka pengen suatu saat nanti. Yah, let's say ada beberapa yang memilih just two of them, itu prinsip yang agak extraordinary dan sangat jarang. Umumnya pasti menginginkan keturunan, apalagi buat aku yang sering ngomong ke teman-teman, "jangan nunda deh, kalo ga siap punya baby, ya mending ga usah merit dulu, apa bedanya pacaran sama merit? cuma biar ga dosa *hehehe*? Yah, so, banyak alasan juga orang biasa mempublikasikan, "I'm pregnant" di bulan-bulan 3 up which katanya itu sudah mulai kuat karena banyak banget yang gugur di 3 bulan pertama. Ada yang ngomongnya pamali juga dikasih tau di awal2, jadi biasanya cuma ke keluarga inti saja. So many reasons for someone not to do a public annonuncement. Cuma susah juga untuk hidup diantara masyarakat yang so much kepo tapi harus diam, nanti setelah ketauan, dibilangnya bohong, nyembunyuiin, dan bla bla. Padahal menurutku itu hak tiap orang untuk kasih tau his/her things to you. You don't have to force even you're her/his bestfriend. Besties ku ga pernah kuforce, feel free mreka mau crita atau ga, dan biasanya kalo ada masalah baru nyari aku. Aku mah dah biasa digituin, kalo adem ayem biasanya bunyi hp agak jarang. haha.. but well, i love doing that job, mengarahkan masalah mereka ke different point of view, open their eyes, and give alternative solutions. 

Nah, untuk pertanyaan pertama ini agak dilema menjawabnya. Hingga orang kesekian yang tanya, aku belum jawab, karena aku akan menjawabnya di sini secara gamblang. Buat teman-teman dekat harusnya mereka tau i am going to post this kalo mereka benar ngerti tipe orangku seperti apa. Writing is the best meski kata mamaku itu ninggalin jejak, but it's the best way to cure everything sometimes hahaha...

Hmmm.. Marriage is not easy thing. Seriously, kalo kamu masih single, enjoy hari-harimu bahkan hingga tiap detik yang kamu punya. Ini bukan nakut-nakutin, untuk wanita normal, pernikahan adalah hal yang harus kamu jalani di depan, hanya masa tiap orang berbeda-beda. Apa sih yang kamu kejar selain punya suami dan anak-anak yang lucu? Itu kodrat sebagai wanita. Meski emansipasi dan penyetaraan sebagainya, itu fungsi, hak, dan kewajiban seorang wanita yang ga bisa digantikan sama pria. Pria ga bisa lahirin, ga bisa nyusui, itu bukan kodrat mereka. Jadi, apalagi yang kamu kejar kalo tujuan akhir bukan have your own little family. We all come from family to build a family. Mau jadi wanita karier sampe kapan? Itu pertanyaan ke dirimu sendiri sesama wanita. Mau aktualisasi sampe kapan? bisa kok kerja sambil punya family but of course family is still priority. Yang aku tekankan enjoy hari-hari means kebebasan yang kamu punya. Freedom is precious dan tak ternilai harganya mau kamu beli pake apapun. Once, you getting married, kebebasan itu hilang setengah karena kamu udah hidup berdua. Once kamu punya anak maybe bakal hilang lagi hingga buat dirimu udah agak kurang. Meski ya sekarang ada pembantu, babysitter yang bantuin, but yeah, yang pasti kebebasan mu akan berkurang,. Dan buat kamu yang ga ready buat merit, pikir, pikir dan pikir lagi. It's not an easy thing, hanya seputar ngurusin acara wedding, honeymoon, how I wish it's that simple. Haha...It's more complicated than those things.

Aku ngomongnya dari sudut pandangku ya. So, maybe it's little subjective judgements. Kalo hanya berdua itu less complicated nya, tapi kalo namanya merit, kamu ga meritnya sama doi doank, but whole family, seluruh keluarga besarnya dia. Buat kamu yang sekota mungkin itu bukan hal yang sulit dan buat kamu yang merantau bareng, things maybe lebih simple lagi. Tapi, buat aku yang sendiri datang ke kota asing dan ketemu dengan keluarga besar yang belum pernah kukenal sebelumnya, it's culture shocked, family shocked or what it is. Dan buat yang hidup 7 tahun sendirian begitu bebas harus di tengah keluarga besar yang kompak, itu benar-benar challenging to the max. Pertanyaan yang paling sering aku dengar "tinggal sama mertua?" Kadang aku sampe bingung, sebegitu menyeramkankah kalo menantu cewe tinggal sama mertua, maybe yes, maybe no, tergantung bagaimana orang itu bawa diri. Kalo aku? Mertua ku yang belum mau tinggal bareng, bukan aku yang menolak,ya orangtua lebih suka tinggal di kamarnya sendiri yang sudah puluhan tahun. Jujur awalnya aku merasa sendiri di sini, tapi mamaku selalu bilang aku ini "kuda" (shio ku) yang tahan banting, so aku pasti bisa adaptasi dengan agak cepat dibanding orang lain dan aku pasti bisa menyelesaikan segala masalah sendirian karena aku sudah terbiasa begitu dan sudah membentuk diriku sendiri begitu. Bahkan mamaku mengatakan tiap kali dia ada masalah aku selalu bisa kasih alternatif solusi tapi giliran ketika aku bergumul dan tertekan, dia kadang bingung mau bagaimana dan merasa bersalah telah melepasku begitu jauh. 

Hidup berdua dengan orang meski itu pacar kita sendiri pasti ada beberapa hal yang tidak kita suka. Aku yakin semua orang begitu, Mungkin berantakannya dia pas pacaran, kita masih tolerir secara kita ga tinggal bareng. Tapi pas udah tinggal bareng, mungkin ga sesabar itu hadapi kebiasaan-kebiasaannya. Dua orang dari dua keluarga berbeda pasti dibentuk berbeda apalagi juga kebiasaan, adat ku beda banget, udah adat pisah pulau, kebiasaan juga beda. Adaptasi *mungkin* akan lebih sulit dibanding yang sekota. Contoh simple, yang namanya orang Medan pasti suka makan kwetiaw sementara orang Makassar pasti suka makan mie goreng Kanton. Dalam hal makan saja sudah berbeda, dan sulit sekali nyari makanan Medan ori di sini, semua tercampur taste Makassar. Belum lagi kebiasaan sembahyang dan kebiasaan sehari-sehari. Itu yang berhubungan dengan pasangan, belum lagi anggota keluarga yang lain. Pas pacaran mau gimana pun masih ada space buat "jaim" meski sering dah kumpul bareng, tapi pas udah merit yang udah hampir tiap hari ketemu dan membukakan pikiranmu akan semua yang sebelumnya kamu ga tau menjadi tau "oh ternyata begini, ternyata begitu" sometimes km jadi dilema "kenapa begini, kenapa begitu". Bergaul dengan mertua, ipar-ipar, keponakan-keponakan, tante-tante, om-om, yang karakternya berbeda dan ada beberapa yang bahkan ada beberapa yang buat stress dan tertekan di bulan pertamaku. Bahkan aku sempat berpikir apakah keputusan aku merit ini salah kah, harus aku sesali kah? But thanks to who are they, aku bisa handle semua di bulan kedua ini. Kuncinya "sabar", "pintar membawa diri", dan "berdoa".

Bukan menyombongkan diri, dengan aku yang sudah pengangguran begini, aku bisa dapetin income dari food instagramer menurutku itu sudah cukup baik. Aku juga sudah dapat belasan teman lewat instagram itu, ada orang Jakarta yang dinas di Makassar, ada orang asli Makassar, ada istri-istri Medan yang merit di sini. I think it's not that bad for 1st month. Bahkan kemarin diundang Earth Hour Makassar yang kerjasama dengan WWF Indonesia untuk jadi speaker di talkshow Kopi Laut "Sustainable Seafood and How to be Seafood Saver". Terlepas dari aku hanya sharing pengalaman mencicip seafood dan sekedar pemanis acara aja karena secara technical dijelaskan oleh coordinator dari WWF Indonesia langsung tepatnya Jakarta, tapi semakin dikenal di kalangan Makassar itu dan bisa nambah teman-teman lagi itu sudah awal yang cukup baik. Untuk aku yang mulai dari nol, ga kenal siapa-siapa, ga punya teman-teman, bisa kenalan sendiri, bisa dapat income dari hobi. It's really more than good enough beginning. Suami ku juga mendukung aktivitasku di bidang kuliner dan mungkin ke depannya aku akan ngembangin lagi apa yang bisa kukerjakan di sini. So, be grateful for what I got today and I'm going to gain tomorrow. Aku ga percaya bulan ini begitu banyak kejadian yang buat aku belajar hari demi hari bahkan lebih berwarna dibanding kerja dan audit monoton pas di Jakarta. Complexity, complicated, but colorful life. So, let's prepare something new ahead :) See you next month

Tuesday, April 14, 2015

9th Month in 24th - Be a Mrs. Loe

So,bulan ini one package all about being Mrs. Loe. Mulai dari minggu pertamanya nyiapin diri untuk acara resepsi pihak wanita di Medan, kampung halamanku, tidak terlalu meriah, hanya keluarga besar dan teman-teman di Medan secara teman-temanku banyakan di Jakarta dan Bandung. Sungguh terharu ada tiga sahabatku datang dari Jakarta dan dua dari Bandung yaitu mantan boss dan mantan rekan kerjaku tempat aku magang dulu. Sungguh big appreciation buat niat mereka hadir dalam hari bahagiaku. Mungkin kalo di Jakarta, ini disebutnya acara tunangan tapi di Medan, ini disebut acara resepsi cewek karena setara dengan pesta wedding yang pisah kalo di Jawa menyebutnya acara ngunduh mantu, seperti lebih mendekati. Hanya saja ngunduh mantu biasanya after wedding, sementara ini memang biasanya sebelum wedding. Dan jika keduanya di kota yang sama namun pestanya terpisah maka biasanya hanya berjarak sehari dua hari. Berhubung lokasi kami terpisah jarak antara lautan, samudera, dan pulau-pulau maka acara resepsi cewe dilaksanakan seminggu sebelum hari pernikahanku. 

Rasanya plong setengah ketika acara cewe sudah kelar, maklum sebagai tuan rumah pasti lebih cape. Untuk acara Makassar bisa dibilang meski ikut ngurus tapi bebannya ga akan sebesar acara di Medan. Thank you kepada keluarga besar, rekan kerja dari UT yang sudah ngirimin wakilnya, teman-teman dekatku dari Jakarta dan Bandung, juga seluruh teman-teman di Medan yang masih keep in touch. Pesta ku pasti ga akan meriah dan berkesan tanpa kalian. Kebetulan di hari yang sama mamaku tepat berulang tahun. Happy birthday Mom, thanks for being the best person ever :) gonna miss you a lot.

14.03.15
JL

Happy Birthday Mom! Thank you for being the best

My little family

Minggu kedua aku sah menjadi "Mrs". 21.03.15 that's the day! Hari Sabtu pas hari raya Nyepi pula. Seriously, kami ga pilih tanggal asalkan itu Sabtu dan bisa dempet dua hari Sabtu berturut dan tadaaaa terpilih hari itu. Sungguh luar biasa cape yang namanya prosesi pernikahan dari pagi hingga malam. Rasanya itu tulang-tulangku mau remuk smua. Sungguh nanti kalo anakku mau ngadain pesta nikah tamasya, aku dengan senang hati menyanggupinya sebagai mama *cie lha pikirannya dah mama aja aminnn* ribet dan cape berbulan-bulan persiapan menguap dalam sehari. Ga kebayang orang lain yang nyiapin pernikahannya setahun atau dua tahun  sebelumnya atau mgkn lebih. Aku yang termasuk ekspress dan ga suka ribet aja dah merasa gimana gitu pesta begini. But, smua sudah done dan rasanya itu plong abiz ibarat batu besar yang ada di dadamu itu diangkat. Thanks to smua pihak yang bantuin pernikahanku mulai dari vendor, keluarga besar, bridesmaid ku yang terbang dari pulau seberang, dan teman-teman sekalian. Welcome to the another real life for me, the real life ever for being a woman, marry and become a wife. Great challenge ahead and i know my life is going to be totally different starting from the day. Wish me luck and hope for the best.







Untuk foto lengkapnya bisa dilihat di facebook ku hehe... Minggu ketiga dan keempat, kami pergi berlibur, not honeymoon, but travelmoon. Why? Kapan lagi bakal terbang selama 14 jam lebih dan pergi berlibur 2 minggu tanpa beban dan ga ada yang nungguin. Ini momen yang sangat tepat dan mungkin terakhir pergi jauh dalam waktu dekat jadi kami menyebutnya travelmoon. Honeymoon mah di mana saja bisa wkwkwk... Ditunggu ya cerita travelmoon ku hehe.. ke benua impianku mana lagi kalo bukan Europe! Dream come true!

Monday, April 13, 2015

8th Month in 24th - Bride to Be

So, late post again and again because of the hectic schedules and activities. Yeah, First week of this month I postponed my back to my hometown because my father in law to be got sick and he stayed at hospital for a week. After he came back to home, then I came back to my home where my hometown for Chinese New Year celebration.

It's been so long I never celebrate CNY at my hometown. I think since I was in university because no holiday for the celebration. So, after those years, finally I could make it. Actually my family is small one and the simplest so no huge celebration just having time together. This would be the last year I still received those red pockets because hey, I'm bride to be! Yeyyyy!

The third week, a week more after CNY it's my engagement day, 28.02.14! So happy finally I'm engaged. After the engagement, I went to Jakarta with him for the visa, and met some friends, of course for the farewell too. And... taddaaa.. they prepared the bridal shower for me at Artotel Jakarta, the unique one because the boys joined that party too haha and the one that be amused was my fiance, not me, how lucky I was. Then, moved to Bandung met some lecturers and one night farewell with my ex colleagues during my internship.

A lil bit nervous, just a lil bit... 





















Friday, February 13, 2015

7th Month in 24th

So, I'm jobless now!

Hmm... I flied to Makassar last month. I thought everybody knows I have done a big decision in my life. Resign, jobless, and nothing to do in Makassar.

Banyak komen mengenai keputusanku. Gila! Enak banget ya banyak duitnya ga usah kerja! Enjoy hidup banget ya! Apapun itu, thank you guys for your beautiful comments :)

Just wanna say everybody does have their own's choice, own's privacy, and own's consideration and of course everything has its price.
Kalau aku ingin kasih tahu kamu tentang apa yang terjadi di hidupku, akan aku katakan sendiri atau kalau perlu kamu bisa tanyakan langsung kepadaku, tidak perlu bertanya dengan orang-orang sekelilingku yang belum tentu tau apa yang terjadi atau mulai membuat gossip tidak jelas. Better save your energy for something worth than mind my business.

Nowadays, banyak orang yang kepo dan iri. Sometimes, aku juga bingung sendiri menghadapi orang-orang begitu. Fyi, ada harga yang harus dibayar semua orang. 
Ga ada yang gratis di dunia ini. Bahkan jika kamu sakit pun, kalau kamu ga ada duit, kamu hanya bisa pasrah.
So, apa yang sedang kupersiapkan ini sehingga aku rela meninggalkan semuanya di Jakarta, ini juga pasti ada harga yang pantas yang kutukarkan dan ini tidak mudah. Let me tell you then.
Freedom is the most valuable thing for me.
Dan itu hilang saat aku meninggalkan kaki ku dari bumi Jakarta. Kebebasan itu menguap saat pesawat itu menerbangkanku kembali ke kampung halamanku. Buat yang sudah terbiasa merantau dan hidup sendiri, you guys pasti tahu kebebasan yang dimaksud. Yah, 7 tahun aku terbiasa hidup mandiri, aku memiliki kebebasan penuh memutuskan apa yang akan kulakukan pada hidupku mulai dari apa yang mau kumakan, bagaimana aku menghasilkan uang, bagaimana aku membelanjakan uangku, baju apa yang akan kubeli, tempat mana yang akan kujelajahi, tidur dan bangun jam berapa, kapan aku membersihkan kamarku, kapan aku mau pergi dengan temanku, apa yang mau kubeli, bagaimana aku membentuk hidupku, aku bebas melakukannya. Kebebasan berharga itu akan lenyap seiring kamu kembali hidup bersama dengan orang-orang lain bahkan itu keluargamu sendiri. Semua seakan tidak akan sebebas ketika kamu hidup sendiri. I think i don't need to describe the details. Ketika aku terbang ke Makassar, hal serupa akan terjadi, kebebasan itu tidak akan ada lagi karena aku harus belajar beradaptasi dengan keluarga besar di sini dan ini tidak mudah. Seriously, ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Keluarga di Medanku terkategori kecil sementara di sini besar dan buat aku yang sudah terbiasa hidup sendiri, ini benar-benar shocked. Bukan hanya kebebasan, tapi aku harus belajar hidup kekeluargaan. Sometimes it's nice, but sometimes it's annoying. And i must learn everything here.
You learn everyday as long as you alive.
Thank you I've got a friendly family so a lil bit help me to adapt well. What I'm doing for this month is adapting myself to the big family, preparing my mind, body, and soul for the future, realizing that Makassar is far away from my hometown so less lie saying it's still in Indonesia, not so far, the fact is to reach here it needs 4 hours flight, 2 hours transit, 2 hours reach the aiport, and knowing that everybody has their own way, and this is my way. Just keep learning and enjoy the way. Next week will be Chinese New Year. a whole new year that I need to realize i've chosen my path and just enjoy the walk. See you next month :)

Thursday, January 15, 2015

Our Birthday Celebration

Well, I call it "our birthday celebration" because our relationship is like a child, how he growing up, through ups and downs, he will keep learning his whole life. We should do the same thing. Another path of our life has been through, we are going to walk the next path, hand in hand, step by step, till the end of our journey.
Every love story is beautiful, but ours is my favorite.
I love every single romantic things, the fighting, laughs, cries, happiness, and sadness in ours. Another year has passed, we continue to another year ahead. Hope we are more mature in understanding each other and building ourselves better.




As always Japanese cuisine for the celebration and he always capture my expression. We had dinner celebration at New Shogun, the most favorite Japanese resto in town. :) 

Happy birthday to us and keep counting :)