"hidup adalah pilihan" itulah kalimat yang sering dilontarkan banyak orang. pilihan berkaitan dengan suatu objek yang akan dipilih. namun bukankah memutuskan untuk tidak memilih objek apapun itu jugalah sebuah pilihan. dalam memlih kita sering bimbang, bingung, takut memilih sebuah keputusan yang salah. setelah memilih pun kadang kita masih bisa menyesal dan bertanya-tanya apakah sudah paling benar, tepat, salah, keliru. apapun itu pada akhirnya kita telah memilih.
suatu sabtu pagi aku berencana pergi dengan teman-temanku setelah sekian lama tidak pergi dengan mereka namun apa dayaku rencana tinggallah rencana. seseorang yang sangat kukasihi, kusayangi, yang menjagaku dari diriku masih bayi hingga diriku beranjak dewasa menghembuskan nafas terakhirnya. setibanya aku di ruangan itu suasana diliputi aura dukacita. terasa sekali awan kelabu memayungi kami semua. tak kuasa aku menahan dua anak sungai yang mengalir deras membasahi pipiku. sejam kemudian aku mulai mampu mengontrol air mataku dan memperkuat diriku untuk tidak mengeluarkannya. berpisah dengan orang yang sangat kita kasihi tentulah bukan suatu hal yang mudah terlebih bagi mereka yang memiliki darah yang sama dengan orang yang telah terbujur kaku. di sisi lain aku merasa bahagia karena dia telah bebas dari penderitaan duniawi yang penuh dengan sengsara. kehilangan tentu saja dirasakan karena dia akan pergi ke suatu dunia yang tak diketahui siapapun untuk memulai kehidupannya yang baru di sana. namun aku sadar dengan aku menangis dan terpuruk dalam kesedihan maka lingkungan sekelilingku akan terpengaruh dan membuat keadaan lebih buruk. aku harus lebih kuat agar bisa menjadi sandaran bagi orang-orang yang di sekelilingku dan menghibur mereka yang jauh lebih sedih dan merasa lebih kehilangan. saat itu juga aku memutuskan sebuah pilihan untuk melepas. aku yakin dia akan menemui jalannya di sana.
percayalah, jika orang yang berpisah dengan kita tidak ada ikatan batin yang erat dengan kita maka kita tak akan merasa begitu kehilangan. perasaan kehilangan tak akan dimengerti orang yang tak pernah merasakannya. terpisahkan oleh dua dunia yang berbeda bukanlah suatu hal yang mudah diterima oleh setiap orang terlebih bagi mereka yang berpisah dengan seorang ibu yang melahirkan, membesarkan, dan mendidik mereka. perasaan tidak rela pasti dirasakan. namun "hidup tetap harus berjalan". meski tak mudah tapi pasti ada caranya. kematian seseorang itu sudah pasti. keputusan yang telah dibuat jangan lagi disesali apapun itu. yang bisa dilakukan bagi mereka yang telah meninggalkan dunia samsara ini hanyalah berdoa bagi mereka dan melimpahkan jasa kebajikan. semoga mereka mendapat kehidupan yang lebih baik. bukankah apakah yang dialami kita dalam kehidupan ini baik berada di sisi orang yang kita kasihi ataupun berpisah dengan yang kita kasihi itu juga merupakan sebuah proses belajar. "hidup adalah belajar" itu juga yang sering banyak orang katakan.
Always be grateful
Just enjoy the path...
Dear YOU
Hello pals!
You come from everywhere...
Here are some stories of mine...
Puzzles that i keep searching through my life
Hope my writing will inspire you...
Make you figure out, when you're sad, there's someone worse than yours.
Make you realize that happiness is something you should share to others.
So, enjoy the pieces of mine ^^
Saturday, October 17, 2009
aku kembali ke kampung halamanku dengan perasaan tak menentu. suatu kabar kurang baik memaksa aku untuk kembali yang sebelumnya tak direncanakan. salah satu orang yang sangat kukasihi yang menjaga aku dari diriku masih bayi hingga dewasa ini sedang terbaring tak berdaya di atas kasur putih dengan berbagai macam selang mengelilingi dan menancap di berbagai sisi tubuhnya. dia terlihat sangat lemah dan tak sadarkan diri. hal pertama yang kulakukan ketika tiba di kota tercintaku adalah menjenguknya. namun hingga larut malam aku baru diperbolehkan melihat keadaannya karena ada beberapa orang yang sedang bertempur melawan kematian juga pada saat itu. untuk pertama kalinya aku melihat wajahnya yang pucat pasi setelah beberapa bulan meninggalkannya. aku menyentuh tangannya dan memanggilnya, berkata padanya bahwa aku telah kembali. perlahan dengan sisa kekuatannya dia berusaha keras membuka matanya untuk melihat aku. setetes air mata ikut mengalir keluar. dia menangis melihat aku kembali. hari kedua aku menjenguknya dia membuka matanya lebih lebar dan memandangku dalam diam, tak mampu bersuara. hari ketiga aku memanggilnya kembali, dia tidak membuka matanya namun terisak dan mengeluarkan air mata yang membuat hatiku semakin lemah dan sedih. hari selanjutnya aku tak menjenguknya lagi. keesokan harinya saat aku menemuinya, da sudah bebas dari segala macam selang yang membantunya menyambung nyawanya itu. dia terlihat bernapas lebih tenang dan hingga hari ini keadannya masih seperti itu. tidur pulas dan nafas yang teratur.
mungkin aku akan menyesal sekali jika aku bersikeras tidak kembali saat dikabari. aku tak bisa melihatnya untuk terakhir kalinya jika terjadi sesuatu padanya. beberapa hari aku berkunjung ke gedung dengan bau menyengat dan serba putih itu aku dapat melihat berbagai macam penderitaan orang, dari muda hingga tua. aku tak kuasa melihatnya, lututku lemas, bagaimana jika yang dialami orang-orang itu terjadi pada diriku. mungkin suatu saat akan benar terjadi mengingat kehidupan manusia itu ada lahir, tua, sakit, dan mati. aku sangat bersyukur aku masih utuh dengan tubuhku untuk hiudp saat ini karena aku tak dapat mengetahui kapan aku kehilangan tubuh ini yang hampir menemaniku selama duapuluh tahun.
kehilangan orang yang benar-benar aku kasihi mungkin akan sakit, namun hati aku lebih sakit dan lebih tak kuat melihat keadaan dirinya yang bertahan hidup oleh karena nafas yang dipacu oleh sebuah mesin. aku lebih merelakannya daripada melihat keadaannya yang begitu menderita. meski aku tak tahu apa yang dirasakannya karena dia tidak berbicara hanya matanyayang sesekali terbuka. tubuhnya juga terbujur kaku di atas kasur. aku benar tak kuasa melihatnya lebih lama lagi tergantung pada mesin seperti itu yang menancap di bagian tubuhnya. sakit memang jika kehilangan dirinya tapi akan lebih sakit bagiku melihatnya tetap bernafas namun dalam keadaan menderita seperti itu.
kini hanyalah menunggu waktu karena kesedihan tak lagi mampu dirasakan. air mata juga sudah mengering. tak ada seorangpun yang bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. akankah dia sadar kembali atau meninggalkan dunia penuh derita ini. apapun yang akan terjadi yang bisa kulakukan sekarang hanyalah berdoa agar keadaan hatinya selalu dalam keadaan tenang tanpa kekhawatiran.
mungkin aku akan menyesal sekali jika aku bersikeras tidak kembali saat dikabari. aku tak bisa melihatnya untuk terakhir kalinya jika terjadi sesuatu padanya. beberapa hari aku berkunjung ke gedung dengan bau menyengat dan serba putih itu aku dapat melihat berbagai macam penderitaan orang, dari muda hingga tua. aku tak kuasa melihatnya, lututku lemas, bagaimana jika yang dialami orang-orang itu terjadi pada diriku. mungkin suatu saat akan benar terjadi mengingat kehidupan manusia itu ada lahir, tua, sakit, dan mati. aku sangat bersyukur aku masih utuh dengan tubuhku untuk hiudp saat ini karena aku tak dapat mengetahui kapan aku kehilangan tubuh ini yang hampir menemaniku selama duapuluh tahun.
kehilangan orang yang benar-benar aku kasihi mungkin akan sakit, namun hati aku lebih sakit dan lebih tak kuat melihat keadaan dirinya yang bertahan hidup oleh karena nafas yang dipacu oleh sebuah mesin. aku lebih merelakannya daripada melihat keadaannya yang begitu menderita. meski aku tak tahu apa yang dirasakannya karena dia tidak berbicara hanya matanyayang sesekali terbuka. tubuhnya juga terbujur kaku di atas kasur. aku benar tak kuasa melihatnya lebih lama lagi tergantung pada mesin seperti itu yang menancap di bagian tubuhnya. sakit memang jika kehilangan dirinya tapi akan lebih sakit bagiku melihatnya tetap bernafas namun dalam keadaan menderita seperti itu.
kini hanyalah menunggu waktu karena kesedihan tak lagi mampu dirasakan. air mata juga sudah mengering. tak ada seorangpun yang bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. akankah dia sadar kembali atau meninggalkan dunia penuh derita ini. apapun yang akan terjadi yang bisa kulakukan sekarang hanyalah berdoa agar keadaan hatinya selalu dalam keadaan tenang tanpa kekhawatiran.
kesedihan yang tak lagi berasa
aku kembali ke kampung halamanku dengan perasaan tak menentu. suatu kabar kurang baik memaksa aku untuk kembali yang sebelumnya tak direncanakan. salah satu orang yang sangat kukasihi yang menjaga aku dari diriku masih bayi hingga dewasa ini sedang terbaring tak berdaya di atas kasur putih dengan berbagai macam selang mengelilingi dan menancap di berbagai sisi tubuhnya. dia terlihat sangat lemah dan tak sadarkan diri. hal pertama yang kulakukan ketika tiba di kota tercintaku adalah menjenguknya. namun hingga larut malam aku baru diperbolehkan melihat keadaannya karena ada beberapa orang yang sedang bertempur melawan kematian juga pada saat itu. untuk pertama kalinya aku melihat wajahnya yang pucat pasi setelah beberapa bulan meninggalkannya. aku menyentuh tangannya dan memanggilnya, berkata padanya bahwa aku telah kembali. perlahan dengan sisa kekuatannya dia berusaha keras membuka matanya untuk melihat aku. setetes air mata ikut mengalir keluar. dia menangis melihat aku kembali. hari kedua aku menjenguknya dia membuka matanya lebih lebar dan memandangku dalam diam, tak mampu bersuara. hari ketiga aku memanggilnya kembali, dia tidak membuka matanya namun terisak dan mengeluarkan air mata yang membuat hatiku semakin lemah dan sedih. hari selanjutnya aku tak menjenguknya lagi. keesokan harinya saat aku menemuinya, da sudah bebas dari segala macam selang yang membantunya menyambung nyawanya itu. dia terlihat bernapas lebih tenang dan hingga hari ini keadannya masih seperti itu. tidur pulas dan nafas yang teratur.
mungkin aku akan menyesal sekali jika aku bersikeras tidak kembali saat dikabari. aku tak bisa melihatnya untuk terakhir kalinya jika terjadi sesuatu padanya. beberapa hari aku berkunjung ke gedung dengan bau menyengat dan serba putih itu aku dapat melihat berbagai macam penderitaan orang, dari muda hingga tua. aku tak kuasa melihatnya, lututku lemas, bagaimana jika yang dialami orang-orang itu terjadi pada diriku. mungkin suatu saat akan benar terjadi mengingat kehidupan manusia itu ada lahir, tua, sakit, dan mati. aku sangat bersyukur aku masih utuh dengan tubuhku untuk hiudp saat ini karena aku tak dapat mengetahui kapan aku kehilangan tubuh ini yang hampir menemaniku selama duapuluh tahun.
kehilangan orang yang benar-benar aku kasihi mungkin akan sakit, namun hati aku lebih sakit dan lebih tak kuat melihat keadaan dirinya yang bertahan hidup oleh karena nafas yang dipacu oleh sebuah mesin. aku lebih merelakannya daripada melihat keadaannya yang begitu menderita. meski aku tak tahu apa yang dirasakannya karena dia tidak berbicara hanya matanyayang sesekali terbuka. tubuhnya juga terbujur kaku di atas kasur. aku benar tak kuasa melihatnya lebih lama lagi tergantung pada mesin seperti itu yang menancap di bagian tubuhnya. sakit memang jika kehilangan dirinya tapi akan lebih sakit bagiku melihatnya tetap bernafas namun dalam keadaan menderita seperti itu.
kini hanyalah menunggu waktu karena kesedihan tak lagi mampu dirasakan. air mata juga sudah mengering. tak ada seorangpun yang bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. akankah dia sadar kembali atau meninggalkan dunia penuh derita ini. apapun yang akan terjadi yang bisa kulakukan sekarang hanyalah berdoa agar keadaan hatinya selalu dalam keadaan tenang tanpa kekhawatiran.
mungkin aku akan menyesal sekali jika aku bersikeras tidak kembali saat dikabari. aku tak bisa melihatnya untuk terakhir kalinya jika terjadi sesuatu padanya. beberapa hari aku berkunjung ke gedung dengan bau menyengat dan serba putih itu aku dapat melihat berbagai macam penderitaan orang, dari muda hingga tua. aku tak kuasa melihatnya, lututku lemas, bagaimana jika yang dialami orang-orang itu terjadi pada diriku. mungkin suatu saat akan benar terjadi mengingat kehidupan manusia itu ada lahir, tua, sakit, dan mati. aku sangat bersyukur aku masih utuh dengan tubuhku untuk hiudp saat ini karena aku tak dapat mengetahui kapan aku kehilangan tubuh ini yang hampir menemaniku selama duapuluh tahun.
kehilangan orang yang benar-benar aku kasihi mungkin akan sakit, namun hati aku lebih sakit dan lebih tak kuat melihat keadaan dirinya yang bertahan hidup oleh karena nafas yang dipacu oleh sebuah mesin. aku lebih merelakannya daripada melihat keadaannya yang begitu menderita. meski aku tak tahu apa yang dirasakannya karena dia tidak berbicara hanya matanyayang sesekali terbuka. tubuhnya juga terbujur kaku di atas kasur. aku benar tak kuasa melihatnya lebih lama lagi tergantung pada mesin seperti itu yang menancap di bagian tubuhnya. sakit memang jika kehilangan dirinya tapi akan lebih sakit bagiku melihatnya tetap bernafas namun dalam keadaan menderita seperti itu.
kini hanyalah menunggu waktu karena kesedihan tak lagi mampu dirasakan. air mata juga sudah mengering. tak ada seorangpun yang bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. akankah dia sadar kembali atau meninggalkan dunia penuh derita ini. apapun yang akan terjadi yang bisa kulakukan sekarang hanyalah berdoa agar keadaan hatinya selalu dalam keadaan tenang tanpa kekhawatiran.
empat bayang-bayang
dia sosok yang aku kagumi wibawanya. dia sangat tegas, wataknya keras serta berprinsip. bisa dikatakan dia memenuhi kategori seorang yang dikatakan cowok. dia datang dalam kehidupanku secara tak sengaja. aku tak pernah mengundanya masuk. pertama kali aku berkenalan dengan dia juga secara tak sengaja di suatu dunia yang lain. pertama kali aku bertemu dengan dia, sikapku juga cenderung dingin dan cuek. tak terlintas sama sekali di pikiranku, dia akan masuk sedemikian dalam. menjelajahi hampir seluruh daerah yang kujaga cukup ketat. akhirnya, sesuatu hal terjadi di antara kami. hal yang seharusnya tak muncul dan tak boleh muncul sehingga tidak menghancurkan segala yang telah dibangun. namun apa hendak dikata, itu telah terjadi. tak mampu untuk menghindar, hanya bisa menghadapinya dan menatanya kembali seperti semula.
dia, cowok yang cukup perhatian namun kadang itu membuatku jengah. pada dasarnya aku tak suka perhatian yang berlebih. aku sudah pernah bertemu dengannya di suatu masa yang lebih dahulu. pertama kali aku berkenalan dengannya di suatu masa sekarang di mana aku memulai sebuah kehidupan yang baru. dia mulai mengisi hari-hariku di suatu masa yang entah sejak kapan hingga suatu saat aku menyadari kehadirannya dalam kehidupanku. perhatian yang dicurahkan lama kelamaan membuat aku sangat terusik karena kesannya ingin tahu menahu segala tingkah lakuku dan aku merasa teramat jenuh. semoga ini cepat berakhir dan aku bisa berlaku biasa dengannya.
dia sosok yang ibarat bulan muncul dan tenggelam. pertama kami tak berkenalan secara resmi hanya saling tahu. dia pernah mendekatkan dirinya namun begitu saja menghilang. kini dia muncul lagi, entah mengapa dulu aku takut menghadapinya namun kini aku mulai merasa nyaman. mungkin juga dia datang di saat aku sedang butuh seseorang untuk menampung keluh kesahku. dengan sikap nya yang cukup sederhana dan santai lambat laun aku mulai sedikit membuka diri dengannya. namun tak dapat kupungkiri aku takut sesuatu hal itu akan terjadi dan ternyata benar. di saat aku mulai merasakan aura itu dia juga mengungkap segalanya. tapi aku tetap berharap kami masih berlaku seperti biasa dan mengenyahkan hal itu.
dia sosok yang sangat dekat denganku bertahun-tahun. selama ini aku sangat terbuka dengannya dan dia juga telah mengetahui hampir semua tentangku. dari sejak dulu aku berharap hubungan kami murni dan terbebas dari sesuatu hal itu. namun setelah bertahun akhirnya hal itu tetap mengganggu. apa dayaku, aku tak mungkin menyisipkan hal itu dalam hubungan kami. aku dan dia akan seperti dulu. aku tak ingin hal itu merusak segalanya.
mereka berempat muncul dalam hidupku namun aku tak ingin menebak alasannya. aku takut hal itu mengacaukan segalanya. aku tak ingin, aku ingin mengusir itu semua. aku juga ingin sekali membuang hal itu jauh-jauh dari setiap pikiran mereka hingga mereka berlaku denganku secara murni dan tulus tanpa terkait harapan mengenai hal itu. aku sering kali bertanya pada diriku sendiri mengapa hal itu selalu membayangi setiap dari mereka yang terlibat hubunganku. aku bukan seorang yang sangat cantik, sangat pintar, sangat baik, sangat kaya. aku hanyalah seorang cewek biasa yang memiliki banyak kekurangan dan masih banyak yang lebih dariku segala-galanya. aku sungguh ingin menjaga hubungan tetap murni tanpa bayangan itu. agar segalanya terasa indah...
dia, cowok yang cukup perhatian namun kadang itu membuatku jengah. pada dasarnya aku tak suka perhatian yang berlebih. aku sudah pernah bertemu dengannya di suatu masa yang lebih dahulu. pertama kali aku berkenalan dengannya di suatu masa sekarang di mana aku memulai sebuah kehidupan yang baru. dia mulai mengisi hari-hariku di suatu masa yang entah sejak kapan hingga suatu saat aku menyadari kehadirannya dalam kehidupanku. perhatian yang dicurahkan lama kelamaan membuat aku sangat terusik karena kesannya ingin tahu menahu segala tingkah lakuku dan aku merasa teramat jenuh. semoga ini cepat berakhir dan aku bisa berlaku biasa dengannya.
dia sosok yang ibarat bulan muncul dan tenggelam. pertama kami tak berkenalan secara resmi hanya saling tahu. dia pernah mendekatkan dirinya namun begitu saja menghilang. kini dia muncul lagi, entah mengapa dulu aku takut menghadapinya namun kini aku mulai merasa nyaman. mungkin juga dia datang di saat aku sedang butuh seseorang untuk menampung keluh kesahku. dengan sikap nya yang cukup sederhana dan santai lambat laun aku mulai sedikit membuka diri dengannya. namun tak dapat kupungkiri aku takut sesuatu hal itu akan terjadi dan ternyata benar. di saat aku mulai merasakan aura itu dia juga mengungkap segalanya. tapi aku tetap berharap kami masih berlaku seperti biasa dan mengenyahkan hal itu.
dia sosok yang sangat dekat denganku bertahun-tahun. selama ini aku sangat terbuka dengannya dan dia juga telah mengetahui hampir semua tentangku. dari sejak dulu aku berharap hubungan kami murni dan terbebas dari sesuatu hal itu. namun setelah bertahun akhirnya hal itu tetap mengganggu. apa dayaku, aku tak mungkin menyisipkan hal itu dalam hubungan kami. aku dan dia akan seperti dulu. aku tak ingin hal itu merusak segalanya.
mereka berempat muncul dalam hidupku namun aku tak ingin menebak alasannya. aku takut hal itu mengacaukan segalanya. aku tak ingin, aku ingin mengusir itu semua. aku juga ingin sekali membuang hal itu jauh-jauh dari setiap pikiran mereka hingga mereka berlaku denganku secara murni dan tulus tanpa terkait harapan mengenai hal itu. aku sering kali bertanya pada diriku sendiri mengapa hal itu selalu membayangi setiap dari mereka yang terlibat hubunganku. aku bukan seorang yang sangat cantik, sangat pintar, sangat baik, sangat kaya. aku hanyalah seorang cewek biasa yang memiliki banyak kekurangan dan masih banyak yang lebih dariku segala-galanya. aku sungguh ingin menjaga hubungan tetap murni tanpa bayangan itu. agar segalanya terasa indah...
seorang teman yang setia
saat kesunyian menghampirimu
saat kesepian mendatangimu
apa yang akan kamu katakan pada mereka
apa yang akan kamu tanyakan pada mereka
pernahkah terpikir
akankah sekedar bertegur sapa
akankah bertukar pikiran
atukah hanya tersenyum menyambutnya
tak sadar bahwa dia teman yang setia dan jujur
yang rela ditinggalkan jika datang teman lain
yang rela dilupakan hanya oleh teman baru
teman baru... kesenangan sesaat
teman lain... kebahagiaan... keceriaan... kesibukan...
namun... dia akan tetap menunggu hingga dibutuhkan
datang tepat pada waktunya, mengisi sisi kosong yang tepat
saat kesepian mendatangimu
apa yang akan kamu katakan pada mereka
apa yang akan kamu tanyakan pada mereka
pernahkah terpikir
akankah sekedar bertegur sapa
akankah bertukar pikiran
atukah hanya tersenyum menyambutnya
tak sadar bahwa dia teman yang setia dan jujur
yang rela ditinggalkan jika datang teman lain
yang rela dilupakan hanya oleh teman baru
teman baru... kesenangan sesaat
teman lain... kebahagiaan... keceriaan... kesibukan...
namun... dia akan tetap menunggu hingga dibutuhkan
datang tepat pada waktunya, mengisi sisi kosong yang tepat
ombak dan pantai
aku kembali hadir di sini. tanpa tujuan jelas lagi. tanpa arah tulisan yang bagaimana yang akan kuhasilkan. beberapa hari ini aku seperti manusia yang terprogram, lebih tepatnya robot. hari-hari biasa saja aku dikatakan menyerupai robot. beberapa hari ini aku benar seperti robot hanya saja aku masih memiliki organ yang sesungguhnya. aku menyibukkan diriku dengan berbagai aktivitas di saat liburan kampus. selama seminggu ini aku merasa lelah sekali akhirnya. hari ini aku ingin berdiam di kamar saja. merasakan keheningan yang sangat kudambakan dengan alunan lagu kesukaanku. apa selama ini aku menyiksa diriku sendiri? aku tak berpikir demikian karena aku merasa lebih lega, lebih lepas, lebih menikmati saat-saat di luar dengan teman-teman yang berbeda. teman... tak selamanya ada di samping kita. itu yang selalu aku tanamkan di pikiranku. saat ini, detik ini, mereka ada di samping kita menemani kita. tapi di saat lain belum tentu mereka akan menemani kita. tak tertutup kemungkinan mereka akan beralih ke teman-teman yang lain yang dirasa lebih cocok dan lebih banyak kesamaan. dalam jangka waktu hampir setahun ini aku telah merasakannya. mereka datang dan pergi ke dan dari kehidupanku. mereka lalu lalang dalam kehidupanku layaknya ombak dan aku pantainya. aku tak pernah mempermasalahkan itu semua. yang terpenting aku dapat melihat senyum bahagia selama berada di sampingku. aku akan berusaha untuk membuat mereka berbahagia dan menyadarkan bahwa di detik-detik mereka kesusahan, mereka masih memiliki aku yang senantiasa siap sedia. sedang aku sendiri? aku tak yakin apakah selama ini aku mendapatkan teman seperti itu. memberi lebih baik daripada menerima. aku selalu terbiasa menyelesaikan permasalahanku sendiri. aku selalu mampu memutuskan sendiri. aku sebagai sosok yang kuat di tengah teman-temanku sehingga aku yang menopang mereka dan mereka tak perlu lagi menopangku. aku sudah cukup kuat. tapi benarkah begitu? setiap mereka pergi dari kehiudapanku aku merasakan sakit. meski segera terobati dengan yang lain. namun tiap pribadi memiliki keunikan masing-masing yang tak bisa saling menggantikan hanya bisa melengkapi. dan terlebih lagi mereka tak mau berbagi. aku sosok yang memiliki banyak temen dan dengan sekuat tenaga yang kumiliki, aku akan membantu setiap temanku bukan hanya orang-orang tertentu. nyatanya banyak dia antara mereka tak mau berbagi dengan yang lain sehingga tak jarang aku dihadapkan pada pilihan. hidup itu pilihan, memang. tapi dalam hal ini aku tak ingin memilih karena semuanya juga temanku. semuanya istimewa di hadapanku. semuanya aku butuhkan. semuanya berharga. semuanya kekuatanku. aku ingin merangkul semuanya dan memberikan yang terbaik untuk mereka karena mereka terlalu berharga untuk aku tinggalkan.
tak ingin memilih...
tak ingin berada dalam dilema...
pilihan yang tak seharusnya ada...
posisi yang tak seharunsya ada...
di saat harus memilih...
di saat harus keluar dari dilema...
putusan yang teramat sulit...
akan ada kehilangan...
tak ingin memilih...
tak ingin berada dalam dilema...
pilihan yang tak seharusnya ada...
posisi yang tak seharunsya ada...
di saat harus memilih...
di saat harus keluar dari dilema...
putusan yang teramat sulit...
akan ada kehilangan...
tempat ini menyiksaku...
entah mengapa tangan ini tanpa diperintah mulai mengetik lagi untuk sebuah tulisan. tak ada ide. tak ada tujuan. tak ada harapan. kubiarkan jari-jariku terus melakukan aktivitasnya. beberapa hari ini aku menyukai teman bernama diam. aku rasa dia membuat aku lebih tenang. aku kehilangan kesibukan sehari-hariku. kampus. teman-teman kampus. kegiatan di kampus. semua terasa lenyap beberapa hari belakangan ini dan aku seakan terpenjara di sini. tak menemukan satu alasan pun yang membuatku bahagia berada di sini. tempat ini seakan tak ada artinya. hanya untuk beristirahat sejenak. untuk menyapa teman-teman di dunia maya, kadang kuisi dengan menonton film-film lama. aku bahkan tak menemukan apa yang kucari di sini. seakan tak ada teman. kosong. siapakah mereka yang setiap hari kutemui. mereka yang telah menyakitiku baik sengaja maupun tidak sengaja selama ini. mungkin juga aku telah menyakiti mereka. tapi sekarang aku tak mau lagi tahu menahu. hati ini terlanjur sakit, teriris, terluka, hancur, dan membeku. aku sudah lelah untuk menyapa, beramah tamah, meladeni segala tingkah laku mereka. kepura-puraan yang mampu kulihat dengan mata hatiku. kemunafikan yang dapat kuresapi. tak ada dukungan seperti yang kuharapkan. tak ada ketulusan. aku muak dengan semua ini. aku muak dengan lingkunganku sendiri. semua yang kuharapkan sangat beda jauh dari kenyataan yang kuterima. arti sebuah keluarga, kukira aku dapat menemukannya di sini. nyatanya bahkan aku sudah dianggap seperti sampah yang tak berguna. oh Buddha... apakah aku mengambil keputusan yang salah berdiam di sini. ataukah karmaku dulu kepada mereka yang harus kubayar saat ini. jika memang begitu kapan aku akan melunasi semuanya. Buddha... aku mohon bantuanmu... aku mohon petunjukmu... aku tak mau terus menerus sakit seperti ini... aku tak mau terus menerus memendam perasaan seperti ini... aku sudah hampir tak kuat menahannya... aku sudah sangat lelah... dan aku sudah sangat lemah... tak selamanya aku dapat berdiri kokoh... tekanan ini semakin lama semakin menghantamku dengan kekuatan berlipat. aku yang salah dan aku akan memutuskannya sebentar lagi...
Subscribe to:
Posts (Atom)